Minggu, 08 Mei 2016

Paham-paham Baru di Indonesia

Kedatangan bangsa Eropa di Indonesia menyebabkan masuknya paham-paham baru di Indonesia. Bahkan sekarang ada pasarnya.

Liberialisme

Paham yang satu ini sangat meninggikan apa yang namanya individu. Kepentingan individu ada diatas segala-galanya dengan mengatasnamakan hak asasi manusia.
Paham liberialisme ini muncul sebagai protes atas penindasan dari kaum bangsawan dan kaum agama pada masa monarki absolut di Eropa.


Sosialisme

Sosialisme adalah kebalikan dari liberalisme. Sosialisme lebih mementingkan kesejahteraan kelompok daripada kesehjahteraan individu. Robert Owen merupakan salah satu tokoh pemikirnya. Banyak yang mengira sosialisme sama dengan komunisme. Termasuk saya. Tapi ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka berdua adalah sebuah perbedaan yang terkait satu sama lain, karena komunisme tak akan ada tanpa lahirnya sosialisme. Sosialisme adalah sebuah paham, sebuah mimpi, sebuah angan-angan, sebuah pemikiran yang tidak disertai tindakan apapun, Sedangkan Komunisme adalah tindakan dari pemikiran Sosialisme tersebut.


Pan-Islamisme

Paham ini bertujuan untuk menyatukan seluruh umat islam di dunia. Paham ini berasal dari gagasan Jamaluddin al Afgani..

Demokrasi

Demokrasi secara sempit berarti pemerintahan di tangan rakyat. Secara luas demokrasi berarti mengakui hak anggota masyarakat untuk ikut memengaruhi pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. Demokrasi ini sudah diterapkan sejak zaman Yunani kuno dan kemudian diperjuangkan kembali oleh John Locke.


Nasionalisme

Nasionalisme adalah paham yang menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air dengan dasar kesamaan tradisi baik dalam sejarah, agama, pemerintahan dan juga kebudayaan. Salah satu tokoh pencetus paham ini adalah Joseph Ernest Renan.

========================================================================

Memang banyak paham-paham baru yang masuk ke Indonesia. Mereka semua datang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terserah pada kita mau memilih paham yang mana, Bahkan kita mungkin bakal membutuhkan 2 paham atau lebih, karena setiap permasalahan mungkin membutuhkan pemahaman yang berbeda dari masalah lain. Saya sendiri tak mau ambil pusing dalam memilih paham. Karena saya lebih suka paham kiri ayam goreng rumahan.




Pergerakan Nasional Indonesia

Namanya pergerakan nasional. Pastinya tindakan-tindakan yang dilakukan sudah tidak bersifat kedaerahan lagi. Sebelumnya perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah masih dengan embel-embel kerajaan. Yang mana kerajaan itu hanya meliputi sebagian wilayah Indonesia saja.

Pergerakan Nasional tentunya tak akan muncul begitu saja. Pasti ada sesuatu yang memicu timbulnya pergerakan nasional tersebut, baik dari dalam mauoun luar negeri.

Faktor dari luar contohnya kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905. Hal itu membangkitkan semangat bangsa Asia bahwa bangsa timur juga bisa mengalahkan bangsa barat.

Faktor dari dalam yaitu rasa tidak puas, kepedihan, penderitaan, kesusahan, kesulitan, kegatalan yang diberikan oleh bangsa barat. Hal-hal itu sebenarnya sudah memberikan sedikit efek pada bangsa Indonesia. Seperti penyerangan yang dilancarkan oleh Pattimura, Imam Bonjol, dan kawan-kawannya. Namun semua itu belum bisa menemui titik kemenangan. Karena masih bersifat kedaerahan. Untunglah bangsa Indonesia ini mau berpikir sehingga terbentuklah suatu pergerakan yang mengatasnamakan negara Indonesia.

Yaitu dengan membentuk organisasi-organisasi. Seperti Budi Utomo dan The Jongs yang kemudian bergabung menjadi Sumpah Pemuda.