1. Selesai Sebelum Memulai
Pemimpin sejati adalah orang yang telah selesai dengan segala urusan pribadinya sebelum dia mengurusi rakyatnya. Melihat sosok beliau yang tenang, rendah hati, dan bebas dari ego duniawi rasanya tidak berlebihan jika memasukkan beliau dalam kategori ini. Figur dengan kriteria tersebut belakangan sangat jarang kita jumpai berada dalam lingkaran penguasa negeri kita ini.
2. Totalitas
Tidak ada yang bisa menyangkal totalitas Sri Sultan HB IX ketika memimpin. Contohnya ketika beliau menghibahkan 6 juta gulden untuk membiayai pemerintahan Indonesia yang masih “bayi” ketika itu. Tidak berlebihan apabila kita mengatakan bahwa jika bukan karena Sri Sultan Hamengkubuwono IX, barangkali Republik Indonesia ketika itu bisa saja “mati muda”.
3. Sederhana
Sosok raja yang biasa digambarkan sebagai orang yang hidup bermewah-mewahan dan selalu dilayani oleh para pelayannya sama sekali tidak tampak pada pribadi Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Bahkan dalam berbagai sumber banyak dikisahkan ketika beliau menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Kridosono menggunakan kaos kaki yang berlubang dan longgar. Sangat berbeda dengan penguasa kita yang gemar mengkapanyekan pola hidup sederhana sedang dirinya sendiri tenggelam dalam gemerlap kemewahan yang nyata.
Ketiga sifat diatas mungkin cukup untuk menggambarkan sosok Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Beliau patut diberi gelar sebagai pahlawan nasional atas jasanya mempertahankan negara ini dan juga kepribadian luhur yang tertanam pada diri beliau.