Minggu, 04 September 2016

Keteladanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Siapa yang tak kenal Sri Sultan Hamengkubuwono IX? Sri Sultan HB IX, merupakan tokoh yang cukup terkenal dan  kharismatik. Jasanya bukan hanya kepada warga yogyakarta namun juga bagi bangsa lndonesia. Satu hal yang sangat penting adalah ketika beliau menyatakan dengan maklumat bahwa wilayahnya, kesultanan ngayogyakarta sebagai bagian dari republik lndonesia, dengan status daerah istemewa. Begitu banyak hal yang bisa kita teladani dari beliau. Contohnya,,,

1. Selesai Sebelum Memulai

Pemimpin sejati adalah orang yang telah selesai dengan segala urusan pribadinya sebelum dia mengurusi rakyatnya. Melihat sosok beliau yang tenang, rendah hati, dan bebas dari ego duniawi rasanya tidak berlebihan jika memasukkan beliau dalam kategori ini. Figur dengan kriteria tersebut belakangan sangat jarang kita jumpai berada dalam lingkaran penguasa negeri kita ini.

2. Totalitas

Tidak ada yang bisa menyangkal totalitas Sri Sultan HB IX ketika memimpin. Contohnya ketika beliau menghibahkan 6 juta gulden untuk membiayai pemerintahan Indonesia yang masih “bayi” ketika itu. Tidak berlebihan apabila kita mengatakan bahwa jika bukan karena Sri Sultan Hamengkubuwono IX, barangkali Republik Indonesia ketika itu bisa saja “mati muda”.

3. Sederhana

Sosok raja yang biasa digambarkan sebagai orang yang hidup bermewah-mewahan dan selalu dilayani oleh para pelayannya sama sekali tidak tampak pada pribadi Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Bahkan dalam berbagai sumber banyak dikisahkan ketika beliau menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Kridosono menggunakan kaos kaki yang berlubang dan longgar. Sangat berbeda dengan penguasa kita yang gemar mengkapanyekan pola hidup sederhana sedang dirinya sendiri tenggelam dalam gemerlap kemewahan yang nyata.

Ketiga sifat diatas mungkin cukup untuk menggambarkan sosok Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Beliau patut diberi gelar sebagai pahlawan nasional atas jasanya mempertahankan negara ini dan juga kepribadian luhur yang tertanam pada diri beliau.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar