Telah terjadi beberapa bentuk reformasi di dunia, saya akan mengambil yang paling dekat dengan kita, reformasi 1998. Reformasi disini sering merujuk pada demo besar-besaran oleh para mahasiswa yang menuntut Soeharto untuk turun. Reformasi 1998 ditandai dengan turunnya Soeharto dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998, sehingga kekuasaan Orde Baru saat itu jatuh. Habibie pun menggantikan Soeharto sebagai presiden.
Habibie mewarisi kondisi negara yang kacau. Kasian ya? Tapi, Pak Habibie berhasil kok mengeluarkan Indonesia dari kekacauan waktu itu. Ya, kira-kira itulah yang dibahasakan orang-orang sebagai "Reformasi".
Dampak Reformasi
Setiap peristiwa pasti menghasilkan dampak tertentu, baik positif maupun negatif..
Sisi positif dari Reformasi salah satunya adalah kebebasan berpendapat. Jika pada masa Orde Baru kebebasan berpendapat sangat dibatasi, pada pemerintahan Habibie, orang-orang bisa kembali bebas untuk berpendapat. Bukti kongkritnya adalah diselenggarakannya pemilu pada 1999.
Sebagai imbasnya adalah kebebasan yang kelewatan. Karena sudah dibebaskan untuk berpendapat, beberapa orang menanggapinya dengan berlebihan, sehingga timbul berbagai kekacauan. Bisa kita ambil contoh konflik-konflik yang terjadi di Maluku, Poso, Sambas, dan Sampit.
Bagi orang-orang yang masih normal kebebasan berpendapat memang suatu kebutuhan. Apa jadinya negara demokrasi tanpa kebebasan berpendapat? Namun jika kebebasan tersebut jatuh ke tangan yang salah, kekacauan akan menjadi suatu hal yang pasti.Jadi, boleh bebas, asal jangan bablas!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar