Rabu, 03 Februari 2016

Damhil?

Mengenalnya adalah suatu anugerah. Bercakap dengannya adalah nikmat. Menyukainya adalah keharusan. Siapa dia?

Semua ini bukanlah kebohongan. Damhil tak pernah berbohong padaku. Dia adalah makhluk yang sangat jujur. Sangat baik. Sangat dermawan. Sangat BESAR.

Ada apa dengan Damhil? Kehidupannya sangat tidak stabil. Kebaikkannya kepada lingkungannya jarang dibalas dengan baik. Gerak geriknya selalu menjadi bahan lelucon. Gelak tawa orang-orang di sekitarnya tak pernah menyurutkan niatnya untuk menggapai cita-cita tertingginya. Mempersunting pujaan hatinya yang tak terkira jumlahnya,

Mengenal Damhil dapat membuatmu terjerumus ke dalam kehidupannya. Kestabilan hidupmu akan menghilang seketika. Jika hidupmu memang sudah tidak stabil, maka itu akan menjadi tak karuan. Gonjang-ganjing dalam hidup memang biasa. Tetapi kegonjang-ganjingan hidup bersama Damhil adalah luar biasa.

Damhil menjadi terkenal karena kepiawaiannya dalam mengatasi ketidakstabilan hidupnya. Yaitu dengan suatu ritual. Ritual yang sebenarnya rahasia itu menjadi bukan rahasia lagi setelah seorang pawangnya menggrebeknya saat sedang melakukan ritual. Pawang? Damhil memang mempunyai seorang pawang yang sangat setia. Kenapa sebuah makhluk berbudi baik seperti Damhil membutuhkan pawang? Apa yang terjadi pada Damhil? Dan ritual apakah itu? Dan juga apakah Damhil itu?

Damhil yang baik budi peketinya ternyata juga bisa melakukan hal-hal di luar dugaan. Dia memang biasa menjadi makhluk yang lemah lembut. Namun tidak mustahil baginya untuk menjadi agresif dan anarkis.

Pada fase awal bertemu Damhil mungkin kau akan mengira bahwa dia adalah makhluk yang megerikan, ganas, preman, cuek, kuat, perkasa, budeg dan juga berperilaku aneh. Namun setelah mengenalnya kau akan tahu bahwa dia MEMANG SEPERTI ITU. Lalu mengapa aku mengatakan sifat sebaliknya? Ada apa dengan Damhil? Ada apa dengan diriku?

Kelemahlembutan Damhil tak bisa muncul begitu saja. Kau harus bisa dianggap sebagai teman olehnya. Memang tak sulit untuk melakukannya. Cukup sapa dia setiap bertemu. Ajak dia mengobrol. Tertawa bersamanya. Gampang kan?  Entah kenapa diriku yang ganteng ini sepertinya belum pantas disebut teman olehnya. Padahal gue kan ganteng.

Damhil adalah makhluk yang percaya diri, aktif dan juga polos seperti bendera Libya. Tak jarang dia menunjuk dirinya sendiri untuk melakukan semua hal walau sepertinya dia takkan mampu. Kepolosannya selalu terlihat di setiap gerak-geriknya. Inilah yang menyebabkan dirinya selalu ditertawakan. Kasian sekali dia, bukan? Namun kepolosannya telah menolongnya dari amarah. Tak jarang kepolosannya malah membuat orang-orang di sekitarnya menjadi frustasi. Parahnya, karena kepolosannya itu, dia tak mampu menangkap rasa frustasi orang-orang di sekitarnya yang disebabkan oleh kepolosannya.  Saya pun pernah mengalami hal itu. Untungnya sekarang saya sudah terbiasa. Orang-orang di sini juga sudah banyak yang terbiasa akan hal itu. Sekarang mereka lebih memilih untuk tertawa.

Bagaimana dengan ritualnya?

Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar