Jumat, 29 Januari 2016

Zaman Batu

Apa yang kalian pikirkan saat seseorang mengatakan "Zaman Batu" kepada kalian? Mungkin kalian akan menghubungkanya dengan sesuatu di masa lalu saat manusia masih sangat primitif. Ya emang bener, sih. Tapi, tidak semua yang primitif itu masuk ke dalam zaman batu. Masih ada beberapa zaman primitif lainnya. Mungkin kalian hidup di salah satunya.

Kalo katanya mbah wiki, zaman batu itu zaman dimana alat-alat yang digunakan manusia masih terbuat dari batu, kayu atau tulang. Di Zaman Batu ini banyak hidup orang-orang homo, jadi hati-hati kalo kesana. Zaman batu juga dibagi menjadi empat zaman yang lebih sempit. (selengkapnya klik disini).

Yang pertama zaman Paleolitikum atau zaman batu tua. Pada zaman ini manusia masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Jadi, mereka belum mengetahui cara bercocok tanam. Kebetulan saya juga belum tahu. Mungkin saya adalah bagian dari mereka yang salah zaman. Homo-homo Orang-orang di zaman ini biasa membuat peralatan untuk keperluan sehari-hari mereka dan juga senjata dari batu. Kalimat tadi agaknya rancu karena bisa bermakna mereka menggunakan batu sebagai bahan dasar dan juga batu sebagai alat. Alat-alat tersebut contohnya penyerpih dan kapak genggam. Siapa yang membuat? Meganthropus Paleojavanicus dan juga Pithecanthropus Erectus.

Terima kasih sudah sudi mampir di Zaman Paleolitikum. Sekarang kalian akan mengunjungi Zaman Mesolitikum atau zaman batu tengah. Di zaman ini, para homo penghuninya sudah tahu cara bercocok tanam. Jadi, mereka udah mulai menetap.

Di Indonesia, mereka umumnya memilih pesisir pantai atau gua, gak tau kenapa. Makanya di beberapa tepi pantai dapat ditemukan Kjokkenmoddinger atau bahasa gampangnya Sammpuahdavvuer. Benda itu katanya berasal dari tumpukan cangkang siput atau kerang yang mereka ambil dari laut yang lalu mengeras. Dalam benda itu juga ditemukan beberapa peralatan seperti kapak dan batu penggiling.

Gua yang ditinggali para homo penghuni zaman Mesolitikum biasa di sebut Abris Sous Roche. Di gua tersebut banyak ditemukan berbagai jenis kapak dan peralatan lain yang sebagian besar terbuat dari tulang.

Kita berlanjut ke zaman Megalitikum atau zaman batu besar. Seperti namanya produk-produk batu yang dihasilkan memang besar-besar. Batu-batu besar tadi biasanya dipake buat ritual-ritual yang terkesan mistis. Kayak dolmen dan menhir. Ada juga yang buat nyimpen homo orang mati. Contohnya waruga sama sarkofagus. Aneh-aneh memang namanya. Ini berarti kehidupan mereka sudah berkembang. Iyalah, seiring jalannya waktu kehidupan manusia akan terus berkembang, berkembang, berkembang lalu akhirnya hancur. Wew, ngeri juga.

Daripada ngeri terus mending kita lanjut ke zaman Neolitikum atau zaman batu muda. Di zaman ini katanya terjadi "revolusi peradaban". Hampir semua yang ada di zaman-zaman pendahulunya berubah. Homo-homonya Orang-orangnya sudah benar benar menetap dan bisa becocok tanam dengan baik. Peralatan-peralatan yang dihasilkan juga semakin baik dan halus. Memang gak banyak yang cerita tentang zaman Neolitikum ini karena masih muda.

Selesailah perjalanan kita yang penuh dengan batu saya berterima kasih kepada mbah wikipedia yang sudah memandu kita dari zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum sampai Neolitikum. Dan juga makhluk-makhluk hebat lainnya seperti Pak Erwin, yang sudah memberikan saya banyak inspirasi untuk membuat ketikan ini dan juga sumber lainnya yang bisa disebutkan satu persatu.

Mari kita berdoa agar kita bisa kembali ke zaman asli kita setelah berpetualang di zaman yang penuh batu ini. Berdoa mulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar