Agama hindu. Dari namanya sudah bisa diketahui bahwa agama tersebut bukan berasal dari Brazil. Karena hindu ini memang asli India punya. Agama ini merupakan hasil dari kebudayaan orang-orang disana, yaitu bangsa Arya. Bangsa Arya ini sebenarnya bukan penduduk asli India. Mereka adalah kumpulan pendatang yang tujuan awalnya adalah berdagang namun akhirnya malah menghancurkan. Jadi, sebelum bangsa Arya sampai di India, udah ada peradaban yang cukup maju disana. Siapa yang membuat peradaban itu? Bangsa Dravida. Sayangnya setelah bangsa Arya datang, semua hasil karya dari bangsa Dravida malah diklaim oleh bangsa Arya.
Bla..bla..bla.. jeng jeng muncullah agama Hindu. Di agama Hindu ini dikenal sesuatu yang dinamakan sistem kasta. Mengapa? Katanya Pak Erwin, sih untuk memurnikan bangsa Arya itu sendiri. Di sistem kasta ini, pernikahan antar kasta adalah haram. Nah, bangsa Dravida tadi dimasukkin sama bangsa Arya ke kasta Sudra atau kasta yang paling bawah atau budak. Sebenernya ada satu kasta lagi yaitu Pariya. Kenapa gak ada di gambar? Karena penghuni kasta Pariya adalah orang-orang terbuang yang bisa berasal dari kasta manapun.
Ya gitu deh, ini sebenarnya menyimpang dari kewajiban asli saya. Mari kita kembali ke jalan yang benar. Teori-teori masuknya agama Hindu di Indonesia :
1. Teori Brahmana
Seperti namanya, menurut teori ini agama hindu bisa sampai di Indonesia karena nafsu dari para brahmana di India yang terlalu kuat untuk menyebarkan agama hindu.
2. Teori Ksatria
Menurut teori ini, agama hindu bisa sampai di Indonesia dengan adanya penaklukan dari kerajaan-kerajaan di India terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3. Teori Waisya
Pedagang adalah unsur penting dalam teori ini. Karena pada teori ini disebutkan bahwa pedagang lah yang menyebarkan agama hindu sampai Indonesia.
4. Teori Sudra
Sudra adalah kasta yang paling rendah. Isinya budak-budak. Jadi, teori sudra ini berusaha menjelaskan bahwa agama hindu dibawa ke Indonesia oleh para budak yang frustasi dengan tuannya di India.
Gitu deh, agama hindu bisa sampai di Indonesia cukup jelas? Ingat, semua yang disebutkan di atas hanya sebatas teori. Jadi, jangan serta-merta anda memercayainya begitu saja. Selama kebenaran belum ditemukan, kemungkinan itu masih ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar