Akhir-akhir ini orang-orang disekitar saya digegerkan oleh kehadiran dua orang yang mungkin sama namun dianggap berbeda atau mungkin berbeda namun dianggap sama. Siapakah mereka berdua? Izzun dan Mirza? Azhar dan Khairul Bahri? Insan dan Kamil? Dan apa yang mereka lakukan sehingga membuat orang-orang geger? Mereka adalah Sunan Gunung Jati dan Fatahillah. Mereka berdua adalah orang-orang penting dalam sejarah perkembangan islam di Indonesia.
Namanya sunan pasti udah jelas apa kerjaannya sehari-hari. Orang ini katanya adalah anak dari Syekh dari tanah Gujarat. Nah, Syekh itu katanya kalo diurut buyut-buyutnya sampe ke atas bakalan sampe Nabi Adam. Itu artinya Syekh al-Gujarati tadi merupakan keturunan Nabi Adam, jadi Sunan Gunung Jati juga merupakan keturunan Nabi Adam. Nabi Adam sendiri punya keturunan yang dikenal orang-orang dengan sebutan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tentunya juga punya keturunan, salah satunya adalah Jamaluddin Akbar al-Husaini. Nah, Jamaluddin Akbar al-Husaini sendiri adalah kakek dari Syekh al-Gujarati bapaknya Sunan Gunung Jati. Gimana? Udah puyeng?
Suatu ketika orang-orang Portugis asal Portugal ingin menguasai Nusantara sekalian nyebarin agama Kristen. Sunan Gunung Jati tentu tak akan tinggal diam. Beliau mengirim sepasukan tentara yang dipimpin oleh Pati Unus ke Malaka. Sayangnya, ekspedisi tersebut gagal dan Pati Unus syahid. Sunan Gunung Jati langsung merombak pasukan yang akhirnya dipimpin oleh Tubagus Pasai, atau dikenal sebagai Fatahillah.
Jika cerita di atas benar, maka hampir tidak mungkin Sunan Gunung Jati adalah sama dengan Fatahillah.
Dari namanya hampir bisa diketahui bahwa dia bukanlah pedagang bakso yang jualan mie ayam di warung soto sambil mbakar sate. Ada yang bilang bahwa dia adalah anak dari Raja Arab. Mana mungkin di Arab ada warung soto. Ada juga yang bilang dia berasal dari Pasai, namun hijrah ke Tanah Jawa karena Pasai sama Malaka direbut sama Portugis. Ada yang bilang dia adalah menantu dari Sunan Gunung Jati. Tapi gak ada yang bilang kalau kamu ganteng.
Kalau paragraf diatas benar, bisa dipastikan Sunan Gunung Jati berbeda dengan Fatahillah.
============================================================
Tentu saja semua ini didasarkan pada kebenaran dari beberapa cerita. Sejauh ini saya masih memercayai bahwa mereka itu benar-benar dua orang. Apalagi di kompleks pemakamannya ada 2 makam yang masing-masing bernama Sunan Gunung Jati dan Tubagus Pasai (Fatahillah). Sayangnya kedua makam tersebut tak pernah dibongkar sampai sekarang. Siapa tahu salah satunya kosong. Atau malah dua-duanya kosong, yang berarti Sunan Gunung Jati dan Fatahillah tak benar-benar ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar