Kamis, 28 Juli 2016

Hakko Ichiu

Akhir-akhir ini blog ini sering mengeluarkan kata-kata aneh. Kemarin "Kamikaze", sekarang "Hakko Ichiu". Ada apa sebenarnya dengan blog ini? Hah? Tapi itu tak perlu dibahas. Yang harus kita bahas kali ini adalah "Hakko Ichiu". Cus.

Kita awali dengan yang ngaco dulu. Hakko Ichiu berasal dari 2 kata "Hakko" dan "Ichiu". Yang pertama "Hakko". Hakko berasal dari kata "Hak" dan "KO", atau dengan kata lain "Hak untuk KO" atau "Hak untuk menyerah". Ichiu berasal dari kata "I" yang berarti aku dan "Chiu" yang kalau gak salah artinya minuman keras. Jadi Hakko Ichiu bisa diartikan dengan "Hak untuk menyerah setelah aku meminum minuman keras". Ya. Ya nggak lah. Maaf agak ngaco dikit. Pengetiknya lagi ngantuk soalnya.

Kita mulai serius. Hakko Ichiu ini merupakan semboyan yang berasal dari Jepang. Tentunya bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa, eh Jepang. Jangan coba cari di google translate. Gak bakal nemu. Ya itulah yang baru saja saya lakukan.

Hakko Ichiu ini jika diartikan kurang lebih "Dunia dalam satu keluarga". Semboyan ini berasal dari agama Shinto, agama asli Jepang. Ada ajaran dalam Shinto yang menyatakan bahwa Jepang harus menyusun kembali dunia ini dan Jepang harus bertindak sebagai kepala keluarga. Seenaknya memang. Tapi emang enak sih.

Makanya Jepang bersikeras untuk memenangkan Piala Perang Dunia II. Jelas untuk mewujudkan semboyan yang mereka anggap sebagai titah dewa tersebut. Padahal kalau anda tahu kondisi Jepang sekarang, sebagian besar orang Jepang adalah ateis, tidak beragama, tidak peduli agama, tidak tahu agama, dan sejenisnya. Meskipun ateis titah dewa tetap dilaksanakan. Aneh memang.

Jepang telah melakukan berbagai cara untuk mencapai "Hakko Ichiu". Kalau dulu dengan berperang dan menjajah, sekarang usaha mereka lebih pada perdagangan dan industri. Industri otomotif, teknologi, makanan, komik, dan lainnya.

Coba lihat dijalanan, diisi oleh kendaraan yang sebagian sangat besar produksi Jepang. Teknologi Jepang juga tergolong maju, produk-produk teknologinya tersebar luas di seluruh dunia. Lalu komik, jika kalian menemukan sebuah buku komik tergeletak sangat besar kemungkinannya bahwa buku komik tersebut adalah buku komik Jepang.

Terbukti jalan menuju sukses bukan hanya satu. Jika kita gagal saat melewati suatu jalan, bukan berarti kita akan gagal di jalan yang lainnya. Memang tak semua jalan dapat kita lewati. Namun paati ada jalan yang dapat kita lewati. Jepang telah membuktikannya pada dunia. Indonesia kapan ya? Hmm, kapan-kapan lah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar