Weks. mungkin semua itu mungkin (lho?) Tapi ingatlah bahwa Jepang datang ke Indonesia saat sedang terjadi
Awalnya memang terlihat baik-baik saja. Jepang dianggap sebagai penyelamat Indonesia dari penjajahan Belanda. Tak heran rakyat Indonesia menyambut Jepang dengan baik. Apalagi setelah Jepang membolehkan penggunaan bahasa Indonesia dan juga pengibaran bendera Merah Putih. Beuh, pastilah rakyat Indonesia seneng banget. Wew
Politik
Di bidang politik Jepang melancarkan berbagai propaganda. Seperti semboyan 3A, semangat anti Belanda, membolehkan penggunaan bahasa Indonesia dan juga pengibaran bendera Merah Putih. Tak lain tujuannya adalah mengambil hati rakyat Indonesia.
Selain itu Jepang juga membentuk 2 organisasi yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Yaitu BPUPKI dan PPKI. Namun sebelum 2 organisasi itu terbentuk Jepang juga sering menentang organisasi-organisasi pergerakan nasional sebelumnya.
Ekonomi
Di bidang ekonomi Jepang mendirikan koperasi-koperasi Indonesia. Dimana koperasi bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Jepang juga memperkenalkan sistem irigasi baru yang lebih efektif sehingga kegiatan bertani bisa lebih efektif.
Namun mereka juga sering mengambil paksa makanan dan pakaian milik rakyat. Di bidang perkebunan Jepang juga hanya memperbolehkan untuk menanam yang tanaman untuk kepentingan perang saja.
Budaya
Jepanglah yang memperkenalkan jenjang-jenjang sekolah seperti SD (6 tahun), SMP (3 tahun), dan SMA (3 tahun) kepada Indonesia. Jepang juga mendirikan pusat kebudayaan pada 1 Agustus 1943 di Jakarta. Jepang juga lah yang mengenalkan upacara bendera ke Indonesia.
Jepang juga membuat tingkatan pemerintahan seperti Kabupaten, Kecamatan, Desa, Dusun, RT, dan RW. Tujuannya tak lain tak bukan adalah memudahkan dalam pengawasan.
Jepang juga membuat tingkatan pemerintahan seperti Kabupaten, Kecamatan, Desa, Dusun, RT, dan RW. Tujuannya tak lain tak bukan adalah memudahkan dalam pengawasan.
Militer
Jepang dengan terprogram melatih dan mempersenjatai pemuda-pemuda Indonesia. Heiho dan PUTERA adalah contohnya. Awalnya mereka dimanfaatkan untuk kepentingan perang Jepang. Namun pada akhirnya mereka tersadar dan berbalik menyerang Jepang.
=======================================================================
Yang diatas tadi adalah berbagai hal yang telah dilakukan orang-orang Jepang di Indonesia. Sepertinya kurang tepat jika menggunakan istilah menjajah untuk aktivitas yang dilakukan Jepang di Indonesia dahulu.
Kata "menjajah" sudah mendapat tempat buruk di pikiran dan hati masyarakat kita. Mungkin lebih tepat menggunakan kata "berkunjung".
Bayangkan rumah anda dikunjungi seseorang. Yah, ada untungnya. Ada temen buat ngobrol, main, curhat, dan sebagainya. Tapi ruginya ya, biasanya tamu kalau berkunjung itu apa yang dicari? Makanan. Ya, makanan kita akan berkurang. Kurang lebih memang begitu kan, dampak dari "kunjungan" Jepang ke Indonesia dahulu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar