Kamikaze bukanlah nama makanan. Kamikaze bukanlah nama makanan. Sekali lagi, kamikaze bukan nama masakan!
Kamikaze, secara bahasa berasal dari perpaduan satu kata dalam bahasa Indonesia dan satu kata dari bahasa Jepang. Kata "kami" sebagai perwakilan dari Indonesia, dan kata "kaze" sebagai perwakilan dari Jepang. Kata "kaze" dalam bahasa Jepang berarti "angin". Jadi kamikaze berarti "kami angin". Aneh bukan?
Nggak, nggak. Sungguh tidak logis mengartikan suatu kata dengan bersumber dari dua negara yang sangat berjauhan. Sebaiknya kita mengambil sumber dari satu negara saja. Misalnya Kolombia. Dalam bahasa Kolombia "kami" berarti "dewa", sedangkan "kaze" berarti "angin". Jadi "kamikaze" berarti "Dewa Angin", lho bukannya itu bahasa Jepang ya? Emang bahasa Jepang, sih. Kamikaze ini menjadi nama sebuah angin topan yang katanya telah menyelamatkan Jepang dari invasi Mongol pada zaman dahulu.
Terus ngapain kita ngomongin Kamikaze? Buat apa Kamikaze itu? Apa pentingnya? Hah?
Selain menjadi nama angin topan, Kamikaze juga menjadi julukan serangan bunuh diri yang dilancarkan Jepang di Perang Dunia II. Misalnya saat serangan di Pearl Habour pada 7 Desember 1941. Para pilot Jepang melakukan aksi nekat yang sebaiknya tidak anda tiru dirumah. Dengan keyakinan tinggi mereka menabrakkan diri ke kapal-kapal Amerika yang saat itu sedang lengah, lagi jam istirahat kayaknya. Apa taruhannya? Nyawa tentunya?
Kenapa mereka mau? Kenapa mereka rela? Kenapa air laut asin?
Ternyata pilot-pilot yang direkrut untuk misi yang mereka anggap mulia ini bukan pilot sembarangan. Menurut sumber yang saya baca pilot yang bergabung dalam misi tersebut adalah pilot-pilot muda, para mahasiswa. Ini kan bertolak belakang dengan hukum tebang pilih. Namun perlu diingat mereka adalah manusia bukan pohon.
Pilot-pilot tua, dibuang sayang katanya. Lah, pilot-pilot muda belum disayang udah dibuang aja.
Tapi itukan terserah mereka. Lagian kok pilotnya mau-mau aja.
Tentunya mereka gak mungkin langsung mau-mau aja. Kecuali yang udah bosen hidup. Pasti ada sesuatu yang memengaruhi mereka. Calon-calon pilot tersebut didoktrin terlebih dahulu.
"Mati dalam membela negara adalah mati syahid!", "Tunjukkan rasa cinta kalian pada negara dengan mengikuti misi ini!", "Orang-orang yang ikut dalam misi ini adalah orang-orang suci!"
Kira-kira begitu, tapi dalam bahasa Kolombia, eh Jepang.
Secara keseluruhan ada sekitar 4500 pilot yang sudah menabrakan diri beserta pesawat mereka tentunya. Misi ini memang tergolong sangat nekat. Dan taruhannya adalah nyawa. Bukan taruhan, sih. Mungkin lebih tepat disebut bayaran. Bisa dibilang kamikaze adalah cara bunuh diri kelas elit. Karena harus pake pesawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar