Selasa, 09 Februari 2016

Masukknya Hindu ke Indonesia

Mbahas Damhil emang gak ada habisnya, namun ada baiknya bila kita istirahat sejenak dan membicarakan hal lain. Seperti bagaimana bisa agama hindu bisa masuk ke Indonesia tercinta ini. Sebelum membahas hal tersebut adalah penting untuk mengetahui terlebih dahulu tentang profil dari kedua agama tersebut.

Agama hindu. Dari namanya sudah bisa diketahui bahwa agama tersebut bukan berasal dari Brazil. Karena hindu ini memang asli India punya. Agama ini merupakan hasil dari kebudayaan orang-orang disana, yaitu bangsa Arya. Bangsa Arya ini sebenarnya bukan penduduk asli India. Mereka adalah kumpulan pendatang yang tujuan awalnya adalah berdagang namun akhirnya malah menghancurkan. Jadi, sebelum bangsa Arya sampai di India, udah ada peradaban yang cukup maju disana. Siapa yang membuat peradaban itu? Bangsa Dravida. Sayangnya setelah bangsa Arya datang, semua hasil karya dari bangsa Dravida malah diklaim oleh bangsa Arya.

Bla..bla..bla.. jeng jeng muncullah agama Hindu. Di agama Hindu ini dikenal sesuatu yang dinamakan sistem kasta. Mengapa? Katanya Pak Erwin, sih untuk memurnikan bangsa Arya itu sendiri. Di sistem kasta ini, pernikahan antar kasta adalah haram. Nah, bangsa Dravida tadi dimasukkin sama bangsa Arya ke kasta Sudra atau kasta yang paling bawah atau budak. Sebenernya ada satu kasta lagi yaitu Pariya. Kenapa gak ada di gambar? Karena penghuni kasta Pariya adalah orang-orang terbuang yang bisa berasal dari kasta manapun.

Ya gitu deh, ini sebenarnya menyimpang dari kewajiban asli saya. Mari kita kembali ke jalan yang benar. Teori-teori masuknya agama Hindu di Indonesia :

1. Teori Brahmana

Seperti namanya, menurut teori ini agama hindu bisa sampai di Indonesia karena nafsu dari para brahmana di India yang terlalu kuat untuk menyebarkan agama hindu.

2. Teori Ksatria

Menurut teori ini, agama hindu bisa sampai di Indonesia dengan adanya penaklukan dari kerajaan-kerajaan di India terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia.

3. Teori Waisya

Pedagang adalah unsur penting dalam teori ini. Karena pada teori ini disebutkan bahwa pedagang lah yang menyebarkan agama hindu sampai Indonesia.

4. Teori Sudra

Sudra adalah kasta yang paling rendah. Isinya budak-budak. Jadi, teori sudra ini berusaha menjelaskan bahwa agama hindu dibawa ke Indonesia oleh para budak yang frustasi dengan tuannya di India.

Gitu deh, agama hindu bisa sampai di Indonesia cukup jelas? Ingat, semua yang disebutkan di atas hanya sebatas teori. Jadi, jangan serta-merta anda memercayainya begitu saja. Selama kebenaran belum ditemukan, kemungkinan itu masih ada.

Kamis, 04 Februari 2016

Damhil 2 : The Sacred Ritual

Bisa dibilang bahwa Damhil ini merupakan makhluk yang terdiri dari beberapa makhluk lainnya. Hal ini menyebabkan biodivesitas yang sangat beragam dalam dirinya. Tak hanya secara fisik, namun juga secara mental. Pikirannya dapat berubah-ubah tanpa ada suatu situasi yang khusus. Dengan kata lain Damhil ini memiliki banyak kepribadian.

Pada edisi sebelumnya disebutkan bahwa Damhil ini memiliki suatu kebiasaan aneh dengan melakukan suatu ritual yang sangat tidak biasa. Ritual ini dipercaya dapat menghilangkan semua gangguan dalam jiwa anda, walau sepertinya hanya Damhil yang percaya akan hal itu. Berhati-hatilah karena ritual yang diperagakan oleh Damhil ini dapat bersifat adiktif. Jangan pernah sekali-kali anda mencoba mempraktekan ritual sakral tersebut. Tahukah anda? Saking adiktifnya Damhil pun sering melakukan ritual anehnya itu dalam keadaan tak sadar atau tidur. Lho? Bagaimana saya bisa tahu?

Prosedur ritual ini sebaiknya tidak disebutkan karena dikhawatirkan akan berefek buruk pada diri anda sendiri, orang-orang sekitar anda, dan juga Damhil. Damhil paling tidak tahan jika ada suatu rahasianya yang bocor lalu menyebar ke segala arah. Orang-orang di sekitar Damhil sebenarnya sudah tahu secara garis besar ritual macam apa yang dilakukan oleh Damhil. Kebocoran ini disebabkan oleh naluri manusiawi kedua pawangnya yang terlalu bersemangat setelah menemukan hal baru. Orang-orang tentunya antusias mendengar apa yang baru saja dilakukan Damhil. Hal tersebut tergolong tak biasa di sana.

Kemungkinan karena sudah tidak peduli akan kebocoran ritualnya, Damhil sekarang sudah berani melakukannya secara terang-terangan. Kalo gelap ngeri katanya. Ritual Damhil pun sekarang menjadi hiburan gratis yang cukup menghibur bagi masyarakat sekitar.

Sebenarnya makhluk apakah Damhil itu? Dan siapakah saya, sehingga saya bisa mengetahui sampai sedetail itu?

Bersambung....

Rabu, 03 Februari 2016

Damhil?

Mengenalnya adalah suatu anugerah. Bercakap dengannya adalah nikmat. Menyukainya adalah keharusan. Siapa dia?

Semua ini bukanlah kebohongan. Damhil tak pernah berbohong padaku. Dia adalah makhluk yang sangat jujur. Sangat baik. Sangat dermawan. Sangat BESAR.

Ada apa dengan Damhil? Kehidupannya sangat tidak stabil. Kebaikkannya kepada lingkungannya jarang dibalas dengan baik. Gerak geriknya selalu menjadi bahan lelucon. Gelak tawa orang-orang di sekitarnya tak pernah menyurutkan niatnya untuk menggapai cita-cita tertingginya. Mempersunting pujaan hatinya yang tak terkira jumlahnya,

Mengenal Damhil dapat membuatmu terjerumus ke dalam kehidupannya. Kestabilan hidupmu akan menghilang seketika. Jika hidupmu memang sudah tidak stabil, maka itu akan menjadi tak karuan. Gonjang-ganjing dalam hidup memang biasa. Tetapi kegonjang-ganjingan hidup bersama Damhil adalah luar biasa.

Damhil menjadi terkenal karena kepiawaiannya dalam mengatasi ketidakstabilan hidupnya. Yaitu dengan suatu ritual. Ritual yang sebenarnya rahasia itu menjadi bukan rahasia lagi setelah seorang pawangnya menggrebeknya saat sedang melakukan ritual. Pawang? Damhil memang mempunyai seorang pawang yang sangat setia. Kenapa sebuah makhluk berbudi baik seperti Damhil membutuhkan pawang? Apa yang terjadi pada Damhil? Dan ritual apakah itu? Dan juga apakah Damhil itu?

Damhil yang baik budi peketinya ternyata juga bisa melakukan hal-hal di luar dugaan. Dia memang biasa menjadi makhluk yang lemah lembut. Namun tidak mustahil baginya untuk menjadi agresif dan anarkis.

Pada fase awal bertemu Damhil mungkin kau akan mengira bahwa dia adalah makhluk yang megerikan, ganas, preman, cuek, kuat, perkasa, budeg dan juga berperilaku aneh. Namun setelah mengenalnya kau akan tahu bahwa dia MEMANG SEPERTI ITU. Lalu mengapa aku mengatakan sifat sebaliknya? Ada apa dengan Damhil? Ada apa dengan diriku?

Kelemahlembutan Damhil tak bisa muncul begitu saja. Kau harus bisa dianggap sebagai teman olehnya. Memang tak sulit untuk melakukannya. Cukup sapa dia setiap bertemu. Ajak dia mengobrol. Tertawa bersamanya. Gampang kan?  Entah kenapa diriku yang ganteng ini sepertinya belum pantas disebut teman olehnya. Padahal gue kan ganteng.

Damhil adalah makhluk yang percaya diri, aktif dan juga polos seperti bendera Libya. Tak jarang dia menunjuk dirinya sendiri untuk melakukan semua hal walau sepertinya dia takkan mampu. Kepolosannya selalu terlihat di setiap gerak-geriknya. Inilah yang menyebabkan dirinya selalu ditertawakan. Kasian sekali dia, bukan? Namun kepolosannya telah menolongnya dari amarah. Tak jarang kepolosannya malah membuat orang-orang di sekitarnya menjadi frustasi. Parahnya, karena kepolosannya itu, dia tak mampu menangkap rasa frustasi orang-orang di sekitarnya yang disebabkan oleh kepolosannya.  Saya pun pernah mengalami hal itu. Untungnya sekarang saya sudah terbiasa. Orang-orang di sini juga sudah banyak yang terbiasa akan hal itu. Sekarang mereka lebih memilih untuk tertawa.

Bagaimana dengan ritualnya?

Bersambung....

Jumat, 29 Januari 2016

Zaman Batu

Apa yang kalian pikirkan saat seseorang mengatakan "Zaman Batu" kepada kalian? Mungkin kalian akan menghubungkanya dengan sesuatu di masa lalu saat manusia masih sangat primitif. Ya emang bener, sih. Tapi, tidak semua yang primitif itu masuk ke dalam zaman batu. Masih ada beberapa zaman primitif lainnya. Mungkin kalian hidup di salah satunya.

Kalo katanya mbah wiki, zaman batu itu zaman dimana alat-alat yang digunakan manusia masih terbuat dari batu, kayu atau tulang. Di Zaman Batu ini banyak hidup orang-orang homo, jadi hati-hati kalo kesana. Zaman batu juga dibagi menjadi empat zaman yang lebih sempit. (selengkapnya klik disini).

Yang pertama zaman Paleolitikum atau zaman batu tua. Pada zaman ini manusia masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Jadi, mereka belum mengetahui cara bercocok tanam. Kebetulan saya juga belum tahu. Mungkin saya adalah bagian dari mereka yang salah zaman. Homo-homo Orang-orang di zaman ini biasa membuat peralatan untuk keperluan sehari-hari mereka dan juga senjata dari batu. Kalimat tadi agaknya rancu karena bisa bermakna mereka menggunakan batu sebagai bahan dasar dan juga batu sebagai alat. Alat-alat tersebut contohnya penyerpih dan kapak genggam. Siapa yang membuat? Meganthropus Paleojavanicus dan juga Pithecanthropus Erectus.

Terima kasih sudah sudi mampir di Zaman Paleolitikum. Sekarang kalian akan mengunjungi Zaman Mesolitikum atau zaman batu tengah. Di zaman ini, para homo penghuninya sudah tahu cara bercocok tanam. Jadi, mereka udah mulai menetap.

Di Indonesia, mereka umumnya memilih pesisir pantai atau gua, gak tau kenapa. Makanya di beberapa tepi pantai dapat ditemukan Kjokkenmoddinger atau bahasa gampangnya Sammpuahdavvuer. Benda itu katanya berasal dari tumpukan cangkang siput atau kerang yang mereka ambil dari laut yang lalu mengeras. Dalam benda itu juga ditemukan beberapa peralatan seperti kapak dan batu penggiling.

Gua yang ditinggali para homo penghuni zaman Mesolitikum biasa di sebut Abris Sous Roche. Di gua tersebut banyak ditemukan berbagai jenis kapak dan peralatan lain yang sebagian besar terbuat dari tulang.

Kita berlanjut ke zaman Megalitikum atau zaman batu besar. Seperti namanya produk-produk batu yang dihasilkan memang besar-besar. Batu-batu besar tadi biasanya dipake buat ritual-ritual yang terkesan mistis. Kayak dolmen dan menhir. Ada juga yang buat nyimpen homo orang mati. Contohnya waruga sama sarkofagus. Aneh-aneh memang namanya. Ini berarti kehidupan mereka sudah berkembang. Iyalah, seiring jalannya waktu kehidupan manusia akan terus berkembang, berkembang, berkembang lalu akhirnya hancur. Wew, ngeri juga.

Daripada ngeri terus mending kita lanjut ke zaman Neolitikum atau zaman batu muda. Di zaman ini katanya terjadi "revolusi peradaban". Hampir semua yang ada di zaman-zaman pendahulunya berubah. Homo-homonya Orang-orangnya sudah benar benar menetap dan bisa becocok tanam dengan baik. Peralatan-peralatan yang dihasilkan juga semakin baik dan halus. Memang gak banyak yang cerita tentang zaman Neolitikum ini karena masih muda.

Selesailah perjalanan kita yang penuh dengan batu saya berterima kasih kepada mbah wikipedia yang sudah memandu kita dari zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum sampai Neolitikum. Dan juga makhluk-makhluk hebat lainnya seperti Pak Erwin, yang sudah memberikan saya banyak inspirasi untuk membuat ketikan ini dan juga sumber lainnya yang bisa disebutkan satu persatu.

Mari kita berdoa agar kita bisa kembali ke zaman asli kita setelah berpetualang di zaman yang penuh batu ini. Berdoa mulai.

Kamis, 28 Januari 2016

Doktrin Pak Erwin

Akhir-akhir ini banyak siswa MAN Insan Cendekia Serpong yang teracuni doktrin yang dilontarkan oleh Pak Erwin, salah satu guru sejarah disini. Bahkan ada yang sampai teriak-teriak gak jelas menyerukan semboyan ketidakgantengan "Raylights".

Apa sih doktrin itu? Kenapa efeknya bisa sampai membuat seorang siswa menjadi gila. Apakah ini akhir dunia? Inikah awal dunia baru? Mungkinkah ini yang dinamakan cinta? Apakah diriku ganteng? Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan menanggapi doktrin yang diketahui sangat berbahaya ini. Doktrin tersebut menyatakan bahwa sejarah; dekat; dengan; kita. Benda mengerikan apa itu sejarah? Kenapa dia berani dekat-dekat dengan kita.

Seorang yang ganteng pernah mendefinisikan sejarah sebagai sesuatu yang abstrak yang berkaitan dengan ruang dan waktu dan tentu saja pernah dialami oleh seseorang dan memiliki pengaruh yang cukup besar. 

Membicarakan sesuatu yang abstrak kalian mungkin akan menafsirkannya sebagai hantu atau makhluk gaib lainnya. Ya memang mirip-mirip dengan dua objek tadi. Sejarah memang tidak dapat ditentukan wujudnya tapi dapat menentukan wujud dari sesuatu.

Pak Erwin sendiri tidak menjelaskan mengapa sejarah bisa sampai dekat dengan kita. Sudah menjadi tugas saya untuk menjelaskannya kepada kalian semua. Karena kalo nggak bisa-bisa gak dapet nilai.

Sejarah itu dekat dengan kita. Bagaimana tidak? Semua hal yang telah kita lakukan adalah sejarah. Apa yang kita lakukan sekarang 0,00000080234000318001 detik kemudian akan menjadi sejarah.

Coba lihat benda-benda di sekitar kita. Semuanya pasti memiliki sejarah. Benda tersebut tak mungkin sejak dahulu seperti itu-itu saja. Pasti ada sesuatu di masa lalu yang membuatnya menjadi seperti sekarang.

Sudah jelas bahwa sejarah itu dekat dengan kita. Mulai dari diri kita sendiri dan juga apapun yang ada di sekitar kita. Sadarkah anda bahwa, anda telah masuk ke dalam sejarah?


Selasa, 26 Januari 2016

Sejarah

Apa itu sejarah? Banyak sekali orang yang ingin mendefinisikannya. Tentu saja dengan definisi yang berbeda-beda. Seperi menyatakan bahwa sejarah bukanlah sesuatu yang pasti. Hal tersebut sepertinya juga mendorong saya untuk melakukan hal yang sama. Sebenernya saya juga gak pingin sih. Tapi sepertinya mendefinisikan sejarah adalah kegiatan yang tepat untuk mengisi waktu luang.

Orang bilang sejarah itu sesuatu yang ada di masa lalu. Lalu apakah sesuatu itu? (Ya sejarah, lah). Ada yang bilang sejarah tak mungkin kembali lagi. Kayaknya sih, semuanya itu bener bener aja. Tapi kurang spesifik. Coba buat permisalan. Apakah "dia" ada di masa lalumu? Ya? Kalau begitu "dia" adalah sejarah. Apakah mungkin nasi yang sudah menjadi bubur kembali menjadi nasi? Tidak? Kalau begitu nasi adalah sejarah. Aneh bukan? Lalu apa kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan sejarah?

Ehem, diriku yang ganteng ini memang bukan seorang ahli. Tapi mungkin diriku ini bisa mendefinisikan sejarah sebagai sesuatu yang abstrak yang berkaitan dengan ruang dan waktu dan tentu saja pernah dialami oleh seseorang dan memiliki pengaruh yang cukup besar.

Kenapa saya bilang begitu? Saya katakan abstrak untuk membedakan sejarah dengan "dia" dan nasi. Apa kamu mau "dia" dibilang abstrak? Lalu sejarah berkaitan dengan ruang dan waktu. Jika hanya ruang saja tanpa waktu itu adalah akhirat. Jika hanya waktu tanpa ruang tak ada yang bisa menempatinya karena tidak ada ruang. Sejarah haruslah pernah dialami oleh seseorang kalau belum pernah dialami seharusnya disebut masa depan. Dan jika sejarah tidak memiliki pengaruh yang besar menurut diriku hanya bisa disebut sebagai pengalaman saja.

Wih, keren juga kayaknya. Mungkin suatu hari nanti diriku akan diakui oleh sejarah sebagai pendefinisi terbaiknya dengan hanya memanfaatkan waktu luang.

Waspada Virus Mateng

Akhir-akhir ini banyak siswa (mungkin juga siswi) dari MAN Insan Cendekia Serpong yang terjangkit penyakit "Mateng" (MengAku ganTENG). Penyakit ini diketahui disebarkan oleh suatu virus yang sangat unik. Virus tersebut tidaklah menyerang tubuh seseorang melainkan jiwanya. Virus ini pertama kali menyerang tubuh, eh salah, jiwa seorang siswa berinisial RH. Diketahui bahwa RH ini sudah terkena penyakit tersebut sejak SMP. Gejala dari orang yang terkena penyakit ini pada awalnya adalah pusing, mual-mual, muntah-muntah bahkan sampai tak sadarkan diri. Namun jika sudah lama terjangkit penyakit ini, penderita akan kehilangan sebagian rasa malunya bahkan mungkin seluruhnya dan mulai memamerkan kegantengan palsunya kepada orang-orang disekitarnya.

Menurut seorang pakar kegantengan, penyakit ini sangat sulit bahkan mustahil untuk dihilangkan. Belum ditemukan terapi yang tepat untuk mengatasi penyakit ini. Selain karena uniknya penyakit ini, orang-orang juga malas mengurusi para penderita. Karena para penderita akan selalu berusaha untuk membuktikan bahwa dirinyalah yang paling ganteng di antara yang lain. Maka dari itu disarankan untuk tidak sekali-kali menyangkal omongan ngawur dari si penderita karena dikhawatirkan penyakitnya akan semakin parah. Lebih baik mendiamkan atau membenarkan saja omongan ngawur tersebut. Karena kemungkinan besar si penderita akan merasa puas sehingga tidak akan menyerang lagi. Walaupun ada pula yang terlanjur parah sehingga saat tidurpun dia juga masih memamerkan kegantengan palsunya.

“Berpenyakit tak selamanya bermasalah. Penyakit Mateng ini dapat memberikan keuntungan pada penderitanya. Seperti meningkatkan kepercayaan diri yang memang merupakan gejala akhir dari penderita. Penyakit ini juga dapat meningkatkan kemampuan debat seseorang. Namun penyakit sepertinya tidak bisa disebut penyakit jika tidak ada kerugiannya. Penyakit Mateng ini tentu banyak kerugiannya. Hal ini memang sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan keuntungannya. Namun memang seperti itulah penyakit seharusnya. Bisa kita lihat para penderita penyakit ini akan dicap "nggak jelas" oleh teman-temannya. Walaupun hal tersebut sepertinya dapat menjadi hiburan tersendiri. Penyakit ini juga dapat menurunkan citra ketampanan seseorang. Karena orang yang sombong sebenarnya tidak memiliki apa-apa.” jelas Ahmadi, seorang teman penderita.


Waspadalah terhadap penyakit ini. Selain karena penawarnya belum ditemukan, penyakit ini juga sangat berbahaya dan cukup mematikan. Seperti yang sudah dikatakan tadi, RH adalah orang pertama di MAN Insan Cendekia Serpong yang terkena penyakit ini. Padahal tidak ditemukan seorangpun dari lingkungan terdahulunya yang terkena penyakit tersebut. Artinya, RH lah pembuat virus dari penyakit itu, atau memang dari kebiasaannya sendiri. Waspadalah, waspadalah.