Namanya pergerakan nasional. Pastinya tindakan-tindakan yang dilakukan sudah tidak bersifat kedaerahan lagi. Sebelumnya perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah masih dengan embel-embel kerajaan. Yang mana kerajaan itu hanya meliputi sebagian wilayah Indonesia saja.
Pergerakan Nasional tentunya tak akan muncul begitu saja. Pasti ada sesuatu yang memicu timbulnya pergerakan nasional tersebut, baik dari dalam mauoun luar negeri.
Faktor dari luar contohnya kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905. Hal itu membangkitkan semangat bangsa Asia bahwa bangsa timur juga bisa mengalahkan bangsa barat.
Faktor dari dalam yaitu rasa tidak puas, kepedihan, penderitaan, kesusahan, kesulitan, kegatalan yang diberikan oleh bangsa barat. Hal-hal itu sebenarnya sudah memberikan sedikit efek pada bangsa Indonesia. Seperti penyerangan yang dilancarkan oleh Pattimura, Imam Bonjol, dan kawan-kawannya. Namun semua itu belum bisa menemui titik kemenangan. Karena masih bersifat kedaerahan. Untunglah bangsa Indonesia ini mau berpikir sehingga terbentuklah suatu pergerakan yang mengatasnamakan negara Indonesia.
Yaitu dengan membentuk organisasi-organisasi. Seperti Budi Utomo dan The Jongs yang kemudian bergabung menjadi Sumpah Pemuda.
Minggu, 08 Mei 2016
Kamis, 07 April 2016
Kongsi Dagang Bangsa Eropa
Orang-orang Eropa yang datang ke Indonesia waktu itu tentunya tak akan berdiam diri. Mereka mulai berpikir untuk menguasai daerah tersebut yang akhirnya terwujud walau hanya beberapa saat saja. Untuk bisa menguasai, bangsa Eropa mendirikan sesuatu yang bernama kongsi dagang.

Dari Inggris ada EIC atau Electronic Insan Cendekia East India Company. Awalnya mereka mangkal di India pada 31 Januari 1599 atas perintah Ratu Elizabeth I. Mengawali penjajahan Inggris atas India. EIC ini punya hak monopoli dagang di negara-negara timur. Entah siapa yang ngasih.
Tujuan dari masing-masing kurang lebih sama yaitu mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan memonopoli perdagangan dan juga memengaruhi pemerintahan. Juga untuk menyaingi kongsi dagang dari negara lainnya. Cara yang digunakan masing-masing kongsi dagang mungkin dapat berbeda, namun tujuannya tetaplah sama.
- East India Company
Dari Inggris ada EIC atau

- Companhia do Commercio da India atau Companhia da India Oriental
Kongsi dagang yang satu ini punyanya bangsa Portugal. Didirikan oleh Philip III (Raja Iberia Union). Umur kongsi dagang ini gak lama karena gak bisa bersaing dengan Inggris dan Spanyol.
- Acociacion Comercial Espanol (Bukan nama sebenarnya)
Kenapa pakai nama bukan sebenarnya? Karena sepertinya kongsi dagangnya Spanyol ini emang gak punya nama. Setelah saya mencari kemana-mana banyak yang bilang bahwa kongsi dagang dari Spanyol ini belum diketahui, ada yang bilang hanya perkumpulan pedagang-pedagang kecil, ada yang bilang mereka mangkal di Filipina tapi gak nyebutin nama. Aneh memang tapi ini nyata.
Ya gitu deh, beberapa perkumpulan pedagang barat yang berusaha menguasai Indonesia. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa gak ada kongsi dagang dari Timor Leste Belanda. Sederhana, karena itu sudah biasa. Saya ingin menjadikan blog ini luar biasa. Seluar biasa penulisnya.
Kolonialisme dan Imperialisme
Liburan penuh tugas itu memang gak asik, kawan. Tapi semua ini harus dilalui sepenuh hati agar bisa mencapai kehidupan yang lebih baik, dan juga mempertahankan kehidupan yang baik.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang kolonialisme dan imperialisme. Ada apa dengan kedua benda tersebut? Apakah mereka adalah dua benda sama yang dianggap berbeda? Atau dua benda berbeda yang dianggap sama? Bukan, mereka adalah dua benda berbeda yang dianggap berbeda. Sebenernya bukan benda juga, sih.
Kolonialisme
Kolonialisme berasal dari kata colonus yang artinya petani, juga colonia yang artinya tanah. Makanya semut kalau bikin koloni di dalem tanah.
Apa hubungannya sama kolonialisme yang dilakukan bangsa Eropa di Indonesia?
Seperti yang kita tahu, Tuhan itu maha adil. Eropa dikasih SDA dikit tapi cerdik bin licik, Indonesia SDA banyak tapi.... ya gitu, deh.
Hal itu mendasari terjadinya kolonialisme di Indonesia. Lah emang kolonialisme itu apa?
Kalau kita gunakan dalil pytaghoras, dalil stewart, dalil menelaus, dalil plato (emang ada ya?) sampai dalil naqli tentang poligami pasti gak akan ketemu. Karena secara umum kolonialisme bisa diartikan sebagai paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang mengakibatkan terjadinya perpindahan sumber daya alam. Makanya ada kata-kata petani tadi.
Kolonialisme ini juga banyak jenisnya. Ada Eksploitasi, Deportasi, Penduduk, Kelebihan Penduduk, dan Sekunder. Aneh-aneh memang, walaupun tak ada yang aneh dalam pelaksanaannya.
Yang pertama Eksploitasi. Dari namanya udah jelas apa yang terjadi pada negara yang terkolonialisasi. Ya, SDAnya dieksploitasi secara brutal oleh bangsa pengolonialisasi. Seperti yang terjadi pada Indonesia.
Selanjutnya Deportasi. Deportasi itu kalau orang-orang bilang artinya mbuang narapidana. Gatau apa kata buaya kampung sebelah. Kolonialisme Deportasi ini dilakukan Inggris kepada Australia.
Di nomor urut ketiga kita punya Kolonialisme Penduduk. Kolonialisasi jenis ini diketahui dapat membuat penduduk asli daerah tersingkir dari daerah tersebut kemudian diganti dengan orang-orang pengolonialis. Contohnya Inggris yang bikin suku Aborigin di Australia tersingkir. Demen bener Inggris sama Australia.
Berikutnya ada Kelebihan Penduduk. Gak jauh beda sama Kolonialisme Penduduk, tapi kolonialisme yang ini gak sampai menyingkirkan penduduk asli.
Yang terakhir ada Kolonialisme Sekunder. Kalau yang satu ini hubungannya sama militer. Negara yang dikolonialisasi biasanya akan dijadikan pangkalan militer.
Imperialisme,
Berasal dari kata imperare yang berarti memerintah dalam bahasa Latin. Jadi, bisa dikatakan kalau imperialisme berarti memerintah daerah jajahan.
Secara umum bisa diartikan sebagai paham yang mendasari keinginan suatu bangsa untuk menguasai daerah jajahan dan membentuk pemerintahan disana.
Imperialisme juga dibagi berdasarkan waktu kemunculan dan tujuannya.
Berdasarkan waktu:
Berdasarkan tujuan:
Contohnya Inggris yang menguasai Australia, Malaysia, India dan Singapura sehingga negara- negara tersebut dijadikan negara protektoratnya Inggris.
Secara umum bisa diartikan sebagai paham yang mendasari keinginan suatu bangsa untuk menguasai daerah jajahan dan membentuk pemerintahan disana.
Imperialisme juga dibagi berdasarkan waktu kemunculan dan tujuannya.
Berdasarkan waktu:
- Imperialisme Kuno
- Imperialisme Modern
- Imperialisme Ultra Modern
Berdasarkan tujuan:
- Imperialisme Politik
Contohnya Inggris yang menguasai Australia, Malaysia, India dan Singapura sehingga negara- negara tersebut dijadikan negara protektoratnya Inggris.
- Imperialisme Ekonomi
- Imperialisme Kebudayaan
- Imperialisme Militer
====="Kolonialisme dan Imperialisme memang terlihat seru, namun sebaiknya jangan ditiru"===== ================================Ahmad F. Daniyal===========================
Kita sudah tau apa itu kolonialisme dan imperialisme. Namanya ilmu pasti akan lebih baik jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi gimana cara menerapkannya? Bukannya kolonialisme dan imperialisme adalah tindak kejahatan? Cukup sederhana ingat-ingat saja kutipan dari Ahmad F. Daniyal diatas.
Senin, 04 April 2016
Penjelajahan Samudra
Penjelajahan samudra yang dimaksud disini adalah penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Buat apa mereka menjelajah samudra? Daerah tujuannya juga kebanyakan di Asia. Bukannya lebih deket lewat darat. Kalau lewat udara jelas nggak mungkin karena waktu itu kayaknya belum ada kapal selam.
Sebenernya mereka bisa-bisa aja lewat darat. Tapi mereka nggak berani. Bangsa Eropa ini memang dikenal pengecut. Bisa dilihat dari kulitnya yang selalu pucat. Apa yang mereka takutkan? Dulu, kalau mau berdagang sama orang Asia, biasanya mereka ke Konstatinopel. Namun kemudian kota tersebut dikuasai oleh Turki Utsmani, yang saat itu merupakan musuh orang-orang Eropa. Waktu itu emang gak jauh-jauh amat dari perang salib.
Dengan dikuasainya Konstantinopel oleh Turki Utsmani, perdagangan Eropa-Asia jadi terputus. Terus kenapa mereka gak lewat Rusia aja? Bangsa Eropa yang dikenal pengecut ini, ternyata memiliki teknologi yang cukup maju, kemungkinan hasil colongan dari orang-orang muslim waktu perang salib. Apakah teknologi itu? Kalo kata kucing tetangga, sih, meong-meong. Tapi kemungkinan nama aslinya adalah kapal layar. Lho, bukannya kapal udah ditemukan ribuan tahun sebelumnya? Itu mah kapal biasa, kawan. Tapi yang ini ada LAYARNYA.Dengan layar itu, para awak biasa pake buat nonton film-film jadul Zimbabwe kesukaan mereka. Mirip-mirip sama layar tancap. Tapi yang ini di kapal. Kenapa dikasih layar? Manusia memang selalu mencari cara agar kehidupannya jadi lebih mudah. Kalo dulu mereka harus ndayung biar kapal bisa jalan, sekarang ditinggal tidur aja kapal udah bisa nyampe tujuan. Kenapa? Karena ada layarnya, dan tentu saja angin.
Pelopor penjelajahan samudra ini adalah bangsa Portugis dan Spanyol. Bisa dimaklumi, dua negara tersebut ada di ujung benua Eropa yang paling jauh dari Asia. Rempah-rempah yang mereka beli di Konstantinopel kebanyakan bakal rusak sebelum nyampai kampung halaman. Orang-orang yang kehidupannya susah biasanya adalah pelopor kemajuan. Jadilah dua bangsa itu keliling dunia duluan daripada bangsa-bangsa yang lain.
Yang namanya manusia pasti gak akan lepas dari yang namanya persaingan. Untuk menghindari persaingan antar dua bangsa tersebut, Paus membagi daerah kekuasaan dan jalur bagi kedua negara. Portugal dapet 46 derajat BB ke timur, Spanyol dapet bagian barat. Entah dengan dasar apa. Hasil gambreng kali ya.
Orang-orang Portugal pertama yang jalan-jalan naik kapal dipimpin oleh Bartholomeu Dias. Tapi dia cuma jalan-jalan sampai ujung selatan benua Afrika karenabannya bocor ketemu badai disana. Jadi, ya, mereka balik lagi. Oleh Dias dkk, tempat itu dinamai Tanjung Badai. Tapi diganti sama Raja Portugal menjadi Tanjung Harapan, karena tempat tersebut dianggap memberikan harapan bagi bangsa Portugis untuk menemukan Hindia.
Perjuangan Dias dilanjutkan oleh Vasco da Gama. Orang Portugal ini berhasil memimpin pasukannya menemukan Hindia, yang saat itu mereka anggap sebagai daerah penghasil rempah-rempah.
Setelah diketahui bahwa daerah penghasil rempah-rempah adalah di Malaka, Alfonso d,Albuquerque memimpin pasukannya untuk bersilaturahmi ke Malaka lalu menguasainya. Yang akhirnya berhasil mereka taklukan pada tahun 1511. Dengan semangat EKA (Emas, Kejayaan, Agama) dan juga dendam yang mendalam terhadap islam, mereka menjajah Malaka tanpa ampun. Yang kemudian diteruskan oleh bangsa-bangsa Eropa lainnya, bahkan ada bangsa Asia yang iseng ikut-ikutan.
Daerah yang dikunjungi bangsa Eropa tentunya bukan India sama Malaka saja, mereka juga menemukan Australia dan Amerika. Kenapa orang-orang Malaka gak kepikiran untuk melakukan penjelajahan samudra? Karena hidup disini udah enak. Terbukti bahwa cobaan dapat membuat hidup lebih baik.
Sebenernya mereka bisa-bisa aja lewat darat. Tapi mereka nggak berani. Bangsa Eropa ini memang dikenal pengecut. Bisa dilihat dari kulitnya yang selalu pucat. Apa yang mereka takutkan? Dulu, kalau mau berdagang sama orang Asia, biasanya mereka ke Konstatinopel. Namun kemudian kota tersebut dikuasai oleh Turki Utsmani, yang saat itu merupakan musuh orang-orang Eropa. Waktu itu emang gak jauh-jauh amat dari perang salib.
Dengan dikuasainya Konstantinopel oleh Turki Utsmani, perdagangan Eropa-Asia jadi terputus. Terus kenapa mereka gak lewat Rusia aja? Bangsa Eropa yang dikenal pengecut ini, ternyata memiliki teknologi yang cukup maju, kemungkinan hasil colongan dari orang-orang muslim waktu perang salib. Apakah teknologi itu? Kalo kata kucing tetangga, sih, meong-meong. Tapi kemungkinan nama aslinya adalah kapal layar. Lho, bukannya kapal udah ditemukan ribuan tahun sebelumnya? Itu mah kapal biasa, kawan. Tapi yang ini ada LAYARNYA.
Pelopor penjelajahan samudra ini adalah bangsa Portugis dan Spanyol. Bisa dimaklumi, dua negara tersebut ada di ujung benua Eropa yang paling jauh dari Asia. Rempah-rempah yang mereka beli di Konstantinopel kebanyakan bakal rusak sebelum nyampai kampung halaman. Orang-orang yang kehidupannya susah biasanya adalah pelopor kemajuan. Jadilah dua bangsa itu keliling dunia duluan daripada bangsa-bangsa yang lain.
Yang namanya manusia pasti gak akan lepas dari yang namanya persaingan. Untuk menghindari persaingan antar dua bangsa tersebut, Paus membagi daerah kekuasaan dan jalur bagi kedua negara. Portugal dapet 46 derajat BB ke timur, Spanyol dapet bagian barat. Entah dengan dasar apa. Hasil gambreng kali ya.Orang-orang Portugal pertama yang jalan-jalan naik kapal dipimpin oleh Bartholomeu Dias. Tapi dia cuma jalan-jalan sampai ujung selatan benua Afrika karena
Perjuangan Dias dilanjutkan oleh Vasco da Gama. Orang Portugal ini berhasil memimpin pasukannya menemukan Hindia, yang saat itu mereka anggap sebagai daerah penghasil rempah-rempah.
Setelah diketahui bahwa daerah penghasil rempah-rempah adalah di Malaka, Alfonso d,Albuquerque memimpin pasukannya untuk bersilaturahmi ke Malaka lalu menguasainya. Yang akhirnya berhasil mereka taklukan pada tahun 1511. Dengan semangat EKA (Emas, Kejayaan, Agama) dan juga dendam yang mendalam terhadap islam, mereka menjajah Malaka tanpa ampun. Yang kemudian diteruskan oleh bangsa-bangsa Eropa lainnya, bahkan ada bangsa Asia yang iseng ikut-ikutan.
Daerah yang dikunjungi bangsa Eropa tentunya bukan India sama Malaka saja, mereka juga menemukan Australia dan Amerika. Kenapa orang-orang Malaka gak kepikiran untuk melakukan penjelajahan samudra? Karena hidup disini udah enak. Terbukti bahwa cobaan dapat membuat hidup lebih baik.
Senin, 21 Maret 2016
Kebudayaan Islam di Jogja
Kebudayaan-kebudayaan di negeri kita ini kebanyakan memang dipengaruhi oleh agama, tak terkecuali Islam. Islam sudah memengaruhi banyak kebudayaan di Indonesia melalui Wali Songonya.
Kenapa saya memilih Jogja? Karena Jogja merupakan tempat kelahiran saya. Tempat tinggal saya. Tempat pertama kali saya melihat. Tempat pertama kali saya menangis. Tempat pertama kali saya menjejakkan kaki. Apa lagi ya? Banyak, deh.
Bicara soal kebudayaan, kata orang- orang Jogja ini emang jagonya soal budaya -Sejago K**F****C dengan ayamnya- termasuk kebudayaan Islam. Ironisnya banyak orang Jogja sendiri yang cuma tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali dan tidak peduli, termasuk saya.
Kebudayaan di Jogja yang bener-bener terkait dengan Islam yang saya tahu paling-paling cuma dua, yaitu Grebeg dan Sekaten. Dua-duanya sama-sama untuk memeringati kelahiran Rasulullah saw. Atau jangan-jangan adanya emang cuma dua itu saja?
Grebeg biasanya dilaksanakan pada pagi menjelang siang. Jarang sekali dilaksanakan di malam hari apalagi di mata hari, bisa-bisa gosong. Sebenernya lebih tepat untuk membicarakan Sekaten terlebih dahulu.
Sekaten dilaksanakan selama 7 hari berurut-urut -tanggal 5-11 Mulud (Rabiul Awal)-, di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Bagaimana pembukaannya dan penutupannya saya kurang tahu. Setiap kali jalan-jalan ke Alun-alun pasti udah mulai aja. Balik lagi, eh udah selesai.
Habis Sekaten, terbitlah Grebeg. Seperti yang sudah dikatakan tadi, Grebeg biasanya dilaksanakan pada pagi menjelang siang kira-kira pukul 3 pagi waktu GMT, atau 10 pagi waktu setempat. Bagaimana awal dan akhirnya tidak diketahui, karena saya gak pernah ikut-ikutan. Taunya paling-paling cuma, ada gunungan isinya hasil panen terus direbutin orang, udah habis, selesai semua pulang, tapi tidak semua senang.
Kenapa saya memilih Jogja? Karena Jogja merupakan tempat kelahiran saya. Tempat tinggal saya. Tempat pertama kali saya melihat. Tempat pertama kali saya menangis. Tempat pertama kali saya menjejakkan kaki. Apa lagi ya? Banyak, deh.
Bicara soal kebudayaan, kata orang- orang Jogja ini emang jagonya soal budaya -Sejago K**F****C dengan ayamnya- termasuk kebudayaan Islam. Ironisnya banyak orang Jogja sendiri yang cuma tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali dan tidak peduli, termasuk saya.
Kebudayaan di Jogja yang bener-bener terkait dengan Islam yang saya tahu paling-paling cuma dua, yaitu Grebeg dan Sekaten. Dua-duanya sama-sama untuk memeringati kelahiran Rasulullah saw. Atau jangan-jangan adanya emang cuma dua itu saja?
Grebeg biasanya dilaksanakan pada pagi menjelang siang. Jarang sekali dilaksanakan di malam hari apalagi di mata hari, bisa-bisa gosong. Sebenernya lebih tepat untuk membicarakan Sekaten terlebih dahulu.
Sekaten dilaksanakan selama 7 hari berurut-urut -tanggal 5-11 Mulud (Rabiul Awal)-, di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Bagaimana pembukaannya dan penutupannya saya kurang tahu. Setiap kali jalan-jalan ke Alun-alun pasti udah mulai aja. Balik lagi, eh udah selesai.
Habis Sekaten, terbitlah Grebeg. Seperti yang sudah dikatakan tadi, Grebeg biasanya dilaksanakan pada pagi menjelang siang kira-kira pukul 3 pagi waktu GMT, atau 10 pagi waktu setempat. Bagaimana awal dan akhirnya tidak diketahui, karena saya gak pernah ikut-ikutan. Taunya paling-paling cuma, ada gunungan isinya hasil panen terus direbutin orang, udah habis, selesai semua pulang, tapi tidak semua senang.
Kamis, 17 Maret 2016
Sunan Gunung Jati dan Fatahillah
Akhir-akhir ini orang-orang disekitar saya digegerkan oleh kehadiran dua orang yang mungkin sama namun dianggap berbeda atau mungkin berbeda namun dianggap sama. Siapakah mereka berdua? Izzun dan Mirza? Azhar dan Khairul Bahri? Insan dan Kamil? Dan apa yang mereka lakukan sehingga membuat orang-orang geger? Mereka adalah Sunan Gunung Jati dan Fatahillah. Mereka berdua adalah orang-orang penting dalam sejarah perkembangan islam di Indonesia.
- Sunan Gunung Jati
Namanya sunan pasti udah jelas apa kerjaannya sehari-hari. Orang ini katanya adalah anak dari Syekh dari tanah Gujarat. Nah, Syekh itu katanya kalo diurut buyut-buyutnya sampe ke atas bakalan sampe Nabi Adam. Itu artinya Syekh al-Gujarati tadi merupakan keturunan Nabi Adam, jadi Sunan Gunung Jati juga merupakan keturunan Nabi Adam. Nabi Adam sendiri punya keturunan yang dikenal orang-orang dengan sebutan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tentunya juga punya keturunan, salah satunya adalah Jamaluddin Akbar al-Husaini. Nah, Jamaluddin Akbar al-Husaini sendiri adalah kakek dari Syekh al-Gujarati bapaknya Sunan Gunung Jati. Gimana? Udah puyeng?
Suatu ketika orang-orang Portugis asal Portugal ingin menguasai Nusantara sekalian nyebarin agama Kristen. Sunan Gunung Jati tentu tak akan tinggal diam. Beliau mengirim sepasukan tentara yang dipimpin oleh Pati Unus ke Malaka. Sayangnya, ekspedisi tersebut gagal dan Pati Unus syahid. Sunan Gunung Jati langsung merombak pasukan yang akhirnya dipimpin oleh Tubagus Pasai, atau dikenal sebagai Fatahillah.
Jika cerita di atas benar, maka hampir tidak mungkin Sunan Gunung Jati adalah sama dengan Fatahillah.
- Fatahillah
Dari namanya hampir bisa diketahui bahwa dia bukanlah pedagang bakso yang jualan mie ayam di warung soto sambil mbakar sate. Ada yang bilang bahwa dia adalah anak dari Raja Arab. Mana mungkin di Arab ada warung soto. Ada juga yang bilang dia berasal dari Pasai, namun hijrah ke Tanah Jawa karena Pasai sama Malaka direbut sama Portugis. Ada yang bilang dia adalah menantu dari Sunan Gunung Jati. Tapi gak ada yang bilang kalau kamu ganteng.
Kalau paragraf diatas benar, bisa dipastikan Sunan Gunung Jati berbeda dengan Fatahillah.
============================================================
Tentu saja semua ini didasarkan pada kebenaran dari beberapa cerita. Sejauh ini saya masih memercayai bahwa mereka itu benar-benar dua orang. Apalagi di kompleks pemakamannya ada 2 makam yang masing-masing bernama Sunan Gunung Jati dan Tubagus Pasai (Fatahillah). Sayangnya kedua makam tersebut tak pernah dibongkar sampai sekarang. Siapa tahu salah satunya kosong. Atau malah dua-duanya kosong, yang berarti Sunan Gunung Jati dan Fatahillah tak benar-benar ada.
Selasa, 09 Februari 2016
Masukknya Hindu ke Indonesia
Mbahas Damhil emang gak ada habisnya, namun ada baiknya bila kita istirahat sejenak dan membicarakan hal lain. Seperti bagaimana bisa agama hindu bisa masuk ke Indonesia tercinta ini. Sebelum membahas hal tersebut adalah penting untuk mengetahui terlebih dahulu tentang profil dari kedua agama tersebut.
Agama hindu. Dari namanya sudah bisa diketahui bahwa agama tersebut bukan berasal dari Brazil. Karena hindu ini memang asli India punya. Agama ini merupakan hasil dari kebudayaan orang-orang disana, yaitu bangsa Arya. Bangsa Arya ini sebenarnya bukan penduduk asli India. Mereka adalah kumpulan pendatang yang tujuan awalnya adalah berdagang namun akhirnya malah menghancurkan. Jadi, sebelum bangsa Arya sampai di India, udah ada peradaban yang cukup maju disana. Siapa yang membuat peradaban itu? Bangsa Dravida. Sayangnya setelah bangsa Arya datang, semua hasil karya dari bangsa Dravida malah diklaim oleh bangsa Arya.

Bla..bla..bla.. jeng jeng muncullah agama Hindu. Di agama Hindu ini dikenal sesuatu yang dinamakan sistem kasta. Mengapa? Katanya Pak Erwin, sih untuk memurnikan bangsa Arya itu sendiri. Di sistem kasta ini, pernikahan antar kasta adalah haram. Nah, bangsa Dravida tadi dimasukkin sama bangsa Arya ke kasta Sudra atau kasta yang paling bawah atau budak. Sebenernya ada satu kasta lagi yaitu Pariya. Kenapa gak ada di gambar? Karena penghuni kasta Pariya adalah orang-orang terbuang yang bisa berasal dari kasta manapun.
Ya gitu deh, ini sebenarnya menyimpang dari kewajiban asli saya. Mari kita kembali ke jalan yang benar. Teori-teori masuknya agama Hindu di Indonesia :
1. Teori Brahmana
Seperti namanya, menurut teori ini agama hindu bisa sampai di Indonesia karena nafsu dari para brahmana di India yang terlalu kuat untuk menyebarkan agama hindu.
2. Teori Ksatria
Menurut teori ini, agama hindu bisa sampai di Indonesia dengan adanya penaklukan dari kerajaan-kerajaan di India terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3. Teori Waisya
Pedagang adalah unsur penting dalam teori ini. Karena pada teori ini disebutkan bahwa pedagang lah yang menyebarkan agama hindu sampai Indonesia.
4. Teori Sudra
Sudra adalah kasta yang paling rendah. Isinya budak-budak. Jadi, teori sudra ini berusaha menjelaskan bahwa agama hindu dibawa ke Indonesia oleh para budak yang frustasi dengan tuannya di India.
Gitu deh, agama hindu bisa sampai di Indonesia cukup jelas? Ingat, semua yang disebutkan di atas hanya sebatas teori. Jadi, jangan serta-merta anda memercayainya begitu saja. Selama kebenaran belum ditemukan, kemungkinan itu masih ada.
Agama hindu. Dari namanya sudah bisa diketahui bahwa agama tersebut bukan berasal dari Brazil. Karena hindu ini memang asli India punya. Agama ini merupakan hasil dari kebudayaan orang-orang disana, yaitu bangsa Arya. Bangsa Arya ini sebenarnya bukan penduduk asli India. Mereka adalah kumpulan pendatang yang tujuan awalnya adalah berdagang namun akhirnya malah menghancurkan. Jadi, sebelum bangsa Arya sampai di India, udah ada peradaban yang cukup maju disana. Siapa yang membuat peradaban itu? Bangsa Dravida. Sayangnya setelah bangsa Arya datang, semua hasil karya dari bangsa Dravida malah diklaim oleh bangsa Arya.
Bla..bla..bla.. jeng jeng muncullah agama Hindu. Di agama Hindu ini dikenal sesuatu yang dinamakan sistem kasta. Mengapa? Katanya Pak Erwin, sih untuk memurnikan bangsa Arya itu sendiri. Di sistem kasta ini, pernikahan antar kasta adalah haram. Nah, bangsa Dravida tadi dimasukkin sama bangsa Arya ke kasta Sudra atau kasta yang paling bawah atau budak. Sebenernya ada satu kasta lagi yaitu Pariya. Kenapa gak ada di gambar? Karena penghuni kasta Pariya adalah orang-orang terbuang yang bisa berasal dari kasta manapun.
Ya gitu deh, ini sebenarnya menyimpang dari kewajiban asli saya. Mari kita kembali ke jalan yang benar. Teori-teori masuknya agama Hindu di Indonesia :
1. Teori Brahmana
Seperti namanya, menurut teori ini agama hindu bisa sampai di Indonesia karena nafsu dari para brahmana di India yang terlalu kuat untuk menyebarkan agama hindu.
2. Teori Ksatria
Menurut teori ini, agama hindu bisa sampai di Indonesia dengan adanya penaklukan dari kerajaan-kerajaan di India terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3. Teori Waisya
Pedagang adalah unsur penting dalam teori ini. Karena pada teori ini disebutkan bahwa pedagang lah yang menyebarkan agama hindu sampai Indonesia.
4. Teori Sudra
Sudra adalah kasta yang paling rendah. Isinya budak-budak. Jadi, teori sudra ini berusaha menjelaskan bahwa agama hindu dibawa ke Indonesia oleh para budak yang frustasi dengan tuannya di India.
Gitu deh, agama hindu bisa sampai di Indonesia cukup jelas? Ingat, semua yang disebutkan di atas hanya sebatas teori. Jadi, jangan serta-merta anda memercayainya begitu saja. Selama kebenaran belum ditemukan, kemungkinan itu masih ada.
Langganan:
Postingan (Atom)