Senin, 21 Maret 2016

Kebudayaan Islam di Jogja

Kebudayaan-kebudayaan di negeri kita ini kebanyakan memang dipengaruhi oleh agama, tak terkecuali Islam. Islam sudah memengaruhi banyak kebudayaan di Indonesia melalui Wali Songonya.

Kenapa saya memilih Jogja? Karena Jogja merupakan tempat kelahiran saya. Tempat tinggal saya. Tempat pertama kali saya melihat. Tempat pertama kali saya menangis. Tempat pertama kali saya menjejakkan kaki. Apa lagi ya? Banyak, deh.

Bicara soal kebudayaan, kata orang- orang Jogja ini emang jagonya soal budaya -Sejago K**F****C dengan ayamnya- termasuk kebudayaan Islam. Ironisnya banyak orang Jogja sendiri yang cuma tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali dan tidak peduli, termasuk saya.

Kebudayaan di Jogja yang bener-bener terkait dengan Islam yang saya tahu paling-paling cuma dua, yaitu Grebeg dan Sekaten. Dua-duanya sama-sama untuk memeringati kelahiran Rasulullah saw. Atau jangan-jangan adanya emang cuma dua itu saja?

Grebeg biasanya dilaksanakan pada pagi menjelang siang. Jarang sekali dilaksanakan di malam hari apalagi di mata hari, bisa-bisa gosong. Sebenernya lebih tepat untuk membicarakan Sekaten terlebih dahulu.

Sekaten dilaksanakan selama 7 hari berurut-urut -tanggal 5-11 Mulud (Rabiul Awal)-, di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Bagaimana pembukaannya dan penutupannya saya kurang tahu. Setiap kali jalan-jalan ke Alun-alun pasti udah mulai aja. Balik lagi, eh udah selesai.

Habis Sekaten, terbitlah Grebeg. Seperti yang sudah dikatakan tadi, Grebeg biasanya dilaksanakan pada pagi menjelang siang kira-kira pukul 3 pagi waktu GMT, atau 10 pagi waktu setempat. Bagaimana awal dan akhirnya tidak diketahui, karena saya gak pernah ikut-ikutan. Taunya paling-paling cuma, ada gunungan isinya hasil panen terus direbutin orang, udah habis, selesai semua pulang, tapi tidak semua senang.




Kamis, 17 Maret 2016

Sunan Gunung Jati dan Fatahillah

Akhir-akhir ini orang-orang disekitar saya digegerkan oleh kehadiran dua orang yang mungkin sama namun dianggap berbeda atau mungkin berbeda namun dianggap sama. Siapakah mereka berdua? Izzun dan Mirza? Azhar dan Khairul Bahri? Insan dan Kamil? Dan apa yang mereka lakukan sehingga membuat orang-orang geger? Mereka adalah Sunan Gunung Jati dan Fatahillah. Mereka berdua adalah orang-orang penting dalam sejarah perkembangan islam di Indonesia.

  • Sunan Gunung Jati

Namanya sunan pasti udah jelas apa kerjaannya sehari-hari. Orang ini katanya adalah anak dari Syekh dari tanah Gujarat. Nah, Syekh itu katanya kalo diurut buyut-buyutnya sampe ke atas bakalan sampe Nabi Adam. Itu artinya Syekh al-Gujarati tadi merupakan keturunan Nabi Adam, jadi Sunan Gunung Jati juga merupakan keturunan Nabi Adam. Nabi Adam sendiri punya keturunan yang dikenal orang-orang dengan sebutan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tentunya juga punya keturunan, salah satunya adalah Jamaluddin Akbar al-Husaini. Nah, Jamaluddin Akbar al-Husaini sendiri adalah kakek dari Syekh al-Gujarati bapaknya Sunan Gunung Jati. Gimana? Udah puyeng?

Suatu ketika orang-orang Portugis asal Portugal ingin menguasai Nusantara sekalian nyebarin agama Kristen. Sunan Gunung Jati tentu tak akan tinggal diam. Beliau mengirim sepasukan tentara yang dipimpin oleh Pati Unus ke Malaka. Sayangnya, ekspedisi tersebut gagal dan Pati Unus syahid. Sunan Gunung Jati langsung merombak pasukan yang akhirnya dipimpin oleh Tubagus Pasai, atau dikenal sebagai Fatahillah.

Jika cerita di atas benar, maka hampir tidak mungkin Sunan Gunung Jati adalah sama dengan Fatahillah.


  • Fatahillah
Dari namanya hampir bisa diketahui bahwa dia bukanlah pedagang bakso yang jualan mie ayam di warung soto sambil mbakar sate. Ada yang bilang bahwa dia adalah anak dari Raja Arab. Mana mungkin di Arab ada warung soto. Ada juga yang bilang dia berasal dari Pasai, namun hijrah ke Tanah Jawa karena Pasai sama Malaka direbut sama Portugis. Ada yang bilang dia adalah menantu dari Sunan Gunung Jati. Tapi gak ada yang bilang kalau kamu ganteng. 

Kalau paragraf diatas benar, bisa dipastikan Sunan Gunung Jati berbeda dengan Fatahillah.

============================================================

Tentu saja semua ini didasarkan pada kebenaran dari beberapa cerita. Sejauh ini saya masih memercayai bahwa mereka itu benar-benar dua orang. Apalagi di kompleks pemakamannya ada 2 makam yang masing-masing bernama Sunan Gunung Jati dan Tubagus Pasai (Fatahillah). Sayangnya kedua makam tersebut tak pernah dibongkar sampai sekarang. Siapa tahu salah satunya kosong. Atau malah dua-duanya kosong, yang berarti Sunan Gunung Jati dan Fatahillah tak benar-benar ada.

Selasa, 09 Februari 2016

Masukknya Hindu ke Indonesia

Mbahas Damhil emang gak ada habisnya, namun ada baiknya bila kita istirahat sejenak dan membicarakan hal lain. Seperti bagaimana bisa agama hindu bisa masuk ke Indonesia tercinta ini. Sebelum membahas hal tersebut adalah penting untuk mengetahui terlebih dahulu tentang profil dari kedua agama tersebut.

Agama hindu. Dari namanya sudah bisa diketahui bahwa agama tersebut bukan berasal dari Brazil. Karena hindu ini memang asli India punya. Agama ini merupakan hasil dari kebudayaan orang-orang disana, yaitu bangsa Arya. Bangsa Arya ini sebenarnya bukan penduduk asli India. Mereka adalah kumpulan pendatang yang tujuan awalnya adalah berdagang namun akhirnya malah menghancurkan. Jadi, sebelum bangsa Arya sampai di India, udah ada peradaban yang cukup maju disana. Siapa yang membuat peradaban itu? Bangsa Dravida. Sayangnya setelah bangsa Arya datang, semua hasil karya dari bangsa Dravida malah diklaim oleh bangsa Arya.

Bla..bla..bla.. jeng jeng muncullah agama Hindu. Di agama Hindu ini dikenal sesuatu yang dinamakan sistem kasta. Mengapa? Katanya Pak Erwin, sih untuk memurnikan bangsa Arya itu sendiri. Di sistem kasta ini, pernikahan antar kasta adalah haram. Nah, bangsa Dravida tadi dimasukkin sama bangsa Arya ke kasta Sudra atau kasta yang paling bawah atau budak. Sebenernya ada satu kasta lagi yaitu Pariya. Kenapa gak ada di gambar? Karena penghuni kasta Pariya adalah orang-orang terbuang yang bisa berasal dari kasta manapun.

Ya gitu deh, ini sebenarnya menyimpang dari kewajiban asli saya. Mari kita kembali ke jalan yang benar. Teori-teori masuknya agama Hindu di Indonesia :

1. Teori Brahmana

Seperti namanya, menurut teori ini agama hindu bisa sampai di Indonesia karena nafsu dari para brahmana di India yang terlalu kuat untuk menyebarkan agama hindu.

2. Teori Ksatria

Menurut teori ini, agama hindu bisa sampai di Indonesia dengan adanya penaklukan dari kerajaan-kerajaan di India terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia.

3. Teori Waisya

Pedagang adalah unsur penting dalam teori ini. Karena pada teori ini disebutkan bahwa pedagang lah yang menyebarkan agama hindu sampai Indonesia.

4. Teori Sudra

Sudra adalah kasta yang paling rendah. Isinya budak-budak. Jadi, teori sudra ini berusaha menjelaskan bahwa agama hindu dibawa ke Indonesia oleh para budak yang frustasi dengan tuannya di India.

Gitu deh, agama hindu bisa sampai di Indonesia cukup jelas? Ingat, semua yang disebutkan di atas hanya sebatas teori. Jadi, jangan serta-merta anda memercayainya begitu saja. Selama kebenaran belum ditemukan, kemungkinan itu masih ada.

Kamis, 04 Februari 2016

Damhil 2 : The Sacred Ritual

Bisa dibilang bahwa Damhil ini merupakan makhluk yang terdiri dari beberapa makhluk lainnya. Hal ini menyebabkan biodivesitas yang sangat beragam dalam dirinya. Tak hanya secara fisik, namun juga secara mental. Pikirannya dapat berubah-ubah tanpa ada suatu situasi yang khusus. Dengan kata lain Damhil ini memiliki banyak kepribadian.

Pada edisi sebelumnya disebutkan bahwa Damhil ini memiliki suatu kebiasaan aneh dengan melakukan suatu ritual yang sangat tidak biasa. Ritual ini dipercaya dapat menghilangkan semua gangguan dalam jiwa anda, walau sepertinya hanya Damhil yang percaya akan hal itu. Berhati-hatilah karena ritual yang diperagakan oleh Damhil ini dapat bersifat adiktif. Jangan pernah sekali-kali anda mencoba mempraktekan ritual sakral tersebut. Tahukah anda? Saking adiktifnya Damhil pun sering melakukan ritual anehnya itu dalam keadaan tak sadar atau tidur. Lho? Bagaimana saya bisa tahu?

Prosedur ritual ini sebaiknya tidak disebutkan karena dikhawatirkan akan berefek buruk pada diri anda sendiri, orang-orang sekitar anda, dan juga Damhil. Damhil paling tidak tahan jika ada suatu rahasianya yang bocor lalu menyebar ke segala arah. Orang-orang di sekitar Damhil sebenarnya sudah tahu secara garis besar ritual macam apa yang dilakukan oleh Damhil. Kebocoran ini disebabkan oleh naluri manusiawi kedua pawangnya yang terlalu bersemangat setelah menemukan hal baru. Orang-orang tentunya antusias mendengar apa yang baru saja dilakukan Damhil. Hal tersebut tergolong tak biasa di sana.

Kemungkinan karena sudah tidak peduli akan kebocoran ritualnya, Damhil sekarang sudah berani melakukannya secara terang-terangan. Kalo gelap ngeri katanya. Ritual Damhil pun sekarang menjadi hiburan gratis yang cukup menghibur bagi masyarakat sekitar.

Sebenarnya makhluk apakah Damhil itu? Dan siapakah saya, sehingga saya bisa mengetahui sampai sedetail itu?

Bersambung....

Rabu, 03 Februari 2016

Damhil?

Mengenalnya adalah suatu anugerah. Bercakap dengannya adalah nikmat. Menyukainya adalah keharusan. Siapa dia?

Semua ini bukanlah kebohongan. Damhil tak pernah berbohong padaku. Dia adalah makhluk yang sangat jujur. Sangat baik. Sangat dermawan. Sangat BESAR.

Ada apa dengan Damhil? Kehidupannya sangat tidak stabil. Kebaikkannya kepada lingkungannya jarang dibalas dengan baik. Gerak geriknya selalu menjadi bahan lelucon. Gelak tawa orang-orang di sekitarnya tak pernah menyurutkan niatnya untuk menggapai cita-cita tertingginya. Mempersunting pujaan hatinya yang tak terkira jumlahnya,

Mengenal Damhil dapat membuatmu terjerumus ke dalam kehidupannya. Kestabilan hidupmu akan menghilang seketika. Jika hidupmu memang sudah tidak stabil, maka itu akan menjadi tak karuan. Gonjang-ganjing dalam hidup memang biasa. Tetapi kegonjang-ganjingan hidup bersama Damhil adalah luar biasa.

Damhil menjadi terkenal karena kepiawaiannya dalam mengatasi ketidakstabilan hidupnya. Yaitu dengan suatu ritual. Ritual yang sebenarnya rahasia itu menjadi bukan rahasia lagi setelah seorang pawangnya menggrebeknya saat sedang melakukan ritual. Pawang? Damhil memang mempunyai seorang pawang yang sangat setia. Kenapa sebuah makhluk berbudi baik seperti Damhil membutuhkan pawang? Apa yang terjadi pada Damhil? Dan ritual apakah itu? Dan juga apakah Damhil itu?

Damhil yang baik budi peketinya ternyata juga bisa melakukan hal-hal di luar dugaan. Dia memang biasa menjadi makhluk yang lemah lembut. Namun tidak mustahil baginya untuk menjadi agresif dan anarkis.

Pada fase awal bertemu Damhil mungkin kau akan mengira bahwa dia adalah makhluk yang megerikan, ganas, preman, cuek, kuat, perkasa, budeg dan juga berperilaku aneh. Namun setelah mengenalnya kau akan tahu bahwa dia MEMANG SEPERTI ITU. Lalu mengapa aku mengatakan sifat sebaliknya? Ada apa dengan Damhil? Ada apa dengan diriku?

Kelemahlembutan Damhil tak bisa muncul begitu saja. Kau harus bisa dianggap sebagai teman olehnya. Memang tak sulit untuk melakukannya. Cukup sapa dia setiap bertemu. Ajak dia mengobrol. Tertawa bersamanya. Gampang kan?  Entah kenapa diriku yang ganteng ini sepertinya belum pantas disebut teman olehnya. Padahal gue kan ganteng.

Damhil adalah makhluk yang percaya diri, aktif dan juga polos seperti bendera Libya. Tak jarang dia menunjuk dirinya sendiri untuk melakukan semua hal walau sepertinya dia takkan mampu. Kepolosannya selalu terlihat di setiap gerak-geriknya. Inilah yang menyebabkan dirinya selalu ditertawakan. Kasian sekali dia, bukan? Namun kepolosannya telah menolongnya dari amarah. Tak jarang kepolosannya malah membuat orang-orang di sekitarnya menjadi frustasi. Parahnya, karena kepolosannya itu, dia tak mampu menangkap rasa frustasi orang-orang di sekitarnya yang disebabkan oleh kepolosannya.  Saya pun pernah mengalami hal itu. Untungnya sekarang saya sudah terbiasa. Orang-orang di sini juga sudah banyak yang terbiasa akan hal itu. Sekarang mereka lebih memilih untuk tertawa.

Bagaimana dengan ritualnya?

Bersambung....

Jumat, 29 Januari 2016

Zaman Batu

Apa yang kalian pikirkan saat seseorang mengatakan "Zaman Batu" kepada kalian? Mungkin kalian akan menghubungkanya dengan sesuatu di masa lalu saat manusia masih sangat primitif. Ya emang bener, sih. Tapi, tidak semua yang primitif itu masuk ke dalam zaman batu. Masih ada beberapa zaman primitif lainnya. Mungkin kalian hidup di salah satunya.

Kalo katanya mbah wiki, zaman batu itu zaman dimana alat-alat yang digunakan manusia masih terbuat dari batu, kayu atau tulang. Di Zaman Batu ini banyak hidup orang-orang homo, jadi hati-hati kalo kesana. Zaman batu juga dibagi menjadi empat zaman yang lebih sempit. (selengkapnya klik disini).

Yang pertama zaman Paleolitikum atau zaman batu tua. Pada zaman ini manusia masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Jadi, mereka belum mengetahui cara bercocok tanam. Kebetulan saya juga belum tahu. Mungkin saya adalah bagian dari mereka yang salah zaman. Homo-homo Orang-orang di zaman ini biasa membuat peralatan untuk keperluan sehari-hari mereka dan juga senjata dari batu. Kalimat tadi agaknya rancu karena bisa bermakna mereka menggunakan batu sebagai bahan dasar dan juga batu sebagai alat. Alat-alat tersebut contohnya penyerpih dan kapak genggam. Siapa yang membuat? Meganthropus Paleojavanicus dan juga Pithecanthropus Erectus.

Terima kasih sudah sudi mampir di Zaman Paleolitikum. Sekarang kalian akan mengunjungi Zaman Mesolitikum atau zaman batu tengah. Di zaman ini, para homo penghuninya sudah tahu cara bercocok tanam. Jadi, mereka udah mulai menetap.

Di Indonesia, mereka umumnya memilih pesisir pantai atau gua, gak tau kenapa. Makanya di beberapa tepi pantai dapat ditemukan Kjokkenmoddinger atau bahasa gampangnya Sammpuahdavvuer. Benda itu katanya berasal dari tumpukan cangkang siput atau kerang yang mereka ambil dari laut yang lalu mengeras. Dalam benda itu juga ditemukan beberapa peralatan seperti kapak dan batu penggiling.

Gua yang ditinggali para homo penghuni zaman Mesolitikum biasa di sebut Abris Sous Roche. Di gua tersebut banyak ditemukan berbagai jenis kapak dan peralatan lain yang sebagian besar terbuat dari tulang.

Kita berlanjut ke zaman Megalitikum atau zaman batu besar. Seperti namanya produk-produk batu yang dihasilkan memang besar-besar. Batu-batu besar tadi biasanya dipake buat ritual-ritual yang terkesan mistis. Kayak dolmen dan menhir. Ada juga yang buat nyimpen homo orang mati. Contohnya waruga sama sarkofagus. Aneh-aneh memang namanya. Ini berarti kehidupan mereka sudah berkembang. Iyalah, seiring jalannya waktu kehidupan manusia akan terus berkembang, berkembang, berkembang lalu akhirnya hancur. Wew, ngeri juga.

Daripada ngeri terus mending kita lanjut ke zaman Neolitikum atau zaman batu muda. Di zaman ini katanya terjadi "revolusi peradaban". Hampir semua yang ada di zaman-zaman pendahulunya berubah. Homo-homonya Orang-orangnya sudah benar benar menetap dan bisa becocok tanam dengan baik. Peralatan-peralatan yang dihasilkan juga semakin baik dan halus. Memang gak banyak yang cerita tentang zaman Neolitikum ini karena masih muda.

Selesailah perjalanan kita yang penuh dengan batu saya berterima kasih kepada mbah wikipedia yang sudah memandu kita dari zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum sampai Neolitikum. Dan juga makhluk-makhluk hebat lainnya seperti Pak Erwin, yang sudah memberikan saya banyak inspirasi untuk membuat ketikan ini dan juga sumber lainnya yang bisa disebutkan satu persatu.

Mari kita berdoa agar kita bisa kembali ke zaman asli kita setelah berpetualang di zaman yang penuh batu ini. Berdoa mulai.

Kamis, 28 Januari 2016

Doktrin Pak Erwin

Akhir-akhir ini banyak siswa MAN Insan Cendekia Serpong yang teracuni doktrin yang dilontarkan oleh Pak Erwin, salah satu guru sejarah disini. Bahkan ada yang sampai teriak-teriak gak jelas menyerukan semboyan ketidakgantengan "Raylights".

Apa sih doktrin itu? Kenapa efeknya bisa sampai membuat seorang siswa menjadi gila. Apakah ini akhir dunia? Inikah awal dunia baru? Mungkinkah ini yang dinamakan cinta? Apakah diriku ganteng? Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan menanggapi doktrin yang diketahui sangat berbahaya ini. Doktrin tersebut menyatakan bahwa sejarah; dekat; dengan; kita. Benda mengerikan apa itu sejarah? Kenapa dia berani dekat-dekat dengan kita.

Seorang yang ganteng pernah mendefinisikan sejarah sebagai sesuatu yang abstrak yang berkaitan dengan ruang dan waktu dan tentu saja pernah dialami oleh seseorang dan memiliki pengaruh yang cukup besar. 

Membicarakan sesuatu yang abstrak kalian mungkin akan menafsirkannya sebagai hantu atau makhluk gaib lainnya. Ya memang mirip-mirip dengan dua objek tadi. Sejarah memang tidak dapat ditentukan wujudnya tapi dapat menentukan wujud dari sesuatu.

Pak Erwin sendiri tidak menjelaskan mengapa sejarah bisa sampai dekat dengan kita. Sudah menjadi tugas saya untuk menjelaskannya kepada kalian semua. Karena kalo nggak bisa-bisa gak dapet nilai.

Sejarah itu dekat dengan kita. Bagaimana tidak? Semua hal yang telah kita lakukan adalah sejarah. Apa yang kita lakukan sekarang 0,00000080234000318001 detik kemudian akan menjadi sejarah.

Coba lihat benda-benda di sekitar kita. Semuanya pasti memiliki sejarah. Benda tersebut tak mungkin sejak dahulu seperti itu-itu saja. Pasti ada sesuatu di masa lalu yang membuatnya menjadi seperti sekarang.

Sudah jelas bahwa sejarah itu dekat dengan kita. Mulai dari diri kita sendiri dan juga apapun yang ada di sekitar kita. Sadarkah anda bahwa, anda telah masuk ke dalam sejarah?